Dedi Mulyadi Targetkan Penataan Kabel Semrawut di Jawa Barat Rampung pada 2027

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa penataan kabel udara yang semrawut di berbagai wilayah masih menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov akan menjalankan program tersebut secara bertahap dengan melibatkan perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa penataan kabel udara yang semrawut di berbagai wilayah masih menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov akan menjalankan program tersebut secara bertahap dengan melibatkan perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi.

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa penataan kabel udara yang semrawut di berbagai wilayah masih menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov akan menjalankan program tersebut secara bertahap dengan melibatkan perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi.

Dedi mengatakan pemerintah provinsi sejak awal memasang target penyelesaian penataan kabel pada 2027. Namun, banyaknya jaringan yang sudah terpasang di berbagai daerah membuat proses penataan membutuhkan waktu, perencanaan matang, serta dukungan pendanaan yang memadai.

Menurut Dedi, kondisi kabel udara yang menumpuk di sejumlah kawasan tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemprov Jabar Akan Undang Apjatel

Untuk mempercepat langkah penataan, Dedi berencana mengundang Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) dalam waktu dekat. Pertemuan tersebut akan membahas skema penataan jaringan yang dinilai semakin kompleks karena jumlah kabel yang terus bertambah.

Dedi menjelaskan, sejumlah pihak sempat menyampaikan bahwa proses penataan dapat dilakukan tanpa biaya besar. Meski demikian, ia menilai kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan anggaran yang tidak sedikit mengingat skala pekerjaan yang sangat luas.

Karena itu, Pemprov Jawa Barat ingin menyusun mekanisme penataan yang realistis sekaligus melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan efektif.

Kabel Bawah Tanah Jadi Solusi Jangka Panjang

Selain merapikan jaringan yang sudah ada, Dedi juga mendorong penggunaan kabel bawah tanah sebagai solusi jangka panjang. Ia menegaskan pembangunan jalan provinsi ke depan harus terintegrasi dengan pemasangan utilitas bawah tanah sehingga kabel tidak lagi memenuhi ruang udara di atas jalan.

Menurutnya, setiap daerah perlu secara bertahap mengurangi keberadaan kabel yang menggantung di atas jalan. Dengan cara tersebut, wajah kota menjadi lebih rapi sekaligus mendukung kualitas infrastruktur perkotaan.

Dedi menargetkan proyek pembangunan jalan provinsi yang berlangsung hingga 2027 dapat berjalan beriringan dengan pembangunan jaringan kabel bawah tanah.

Kawasan Ledeng Jadi Contoh Kepadatan Kabel

Dedi menyoroti kondisi kabel di sejumlah titik yang dinilainya sudah terlalu padat. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ialah Ledeng, Kota Bandung.

Ia menggambarkan jumlah kabel di lokasi tersebut sangat banyak hingga menciptakan kesan semrawut. Karena itu, pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah penataan agar kondisi serupa tidak terus meluas ke wilayah lain.

Ketika menanggapi potensi gangguan layanan internet selama proses penataan berlangsung, Dedi optimistis penyedia layanan dapat mengantisipasi persoalan tersebut melalui peningkatan teknologi dan manajemen jaringan yang lebih baik.

Kota Bandung Sudah Rapikan 123 Kilometer Kabel

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung terus menjalankan program penataan kabel udara yang dimulai sejak 2022. Hingga kini, pemkot mengklaim telah menata jaringan kabel sepanjang 123 kilometer.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin, menjelaskan pemerintah kota merapikan sekitar 30 kilometer kabel pada 2022. Selanjutnya, penataan bertambah menjadi 42 kilometer pada 2023.

Kemudian, pemerintah melanjutkan pekerjaan sepanjang sekitar 40 kilometer pada 2024. Adapun hingga April 2025, petugas berhasil memindahkan tambahan sekitar 11 kilometer kabel sebagai bagian dari program penataan jaringan udara.

Pemerintah Kota Bandung berharap langkah tersebut dapat mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo
Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug
HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian
Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
KDM Instruksikan Pemkab Garut Tambah Anggaran Perbaikan Jalan
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo

Rabu, 16 September 2026 - 06:00 WIB

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Selasa, 15 September 2026 - 08:01 WIB

Sekda Herman: Relawan Kebencanaan Jangan Hanya Bermodal Keberanian

Selasa, 15 September 2026 - 08:00 WIB

Defisit APBD Jabar 2026 Capai Rp3,4 Triliun, Pemprov Tunggu Dana Bagi Hasil

Berita Terbaru

Arsip - Sejumlah pengendara motor melintas di samping sejumlah truk yang mengantre di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/12/2024). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc

Jawa Barat

Pemprov Jabar Perbaiki 15,1 Km Jalan Parung Panjang-Cigedug

Rabu, 16 Sep 2026 - 06:00 WIB