BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak masyarakat memanfaatkan produk lokal di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Farhan menilai kondisi tersebut justru membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkuat pasar dalam negeri. Karena itu, ia meminta produsen lokal meningkatkan produksi sekaligus memperluas promosi produk mereka.
“Momentum pelemahan rupiah ini harus dimanfaatkan produk lokal untuk meningkatkan produksi dan promosi,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Produk Lokal Dinilai Lebih Kompetitif
Farhan mengatakan masyarakat kini memiliki peluang lebih besar untuk memilih produk dalam negeri dibanding barang impor. Menurut dia, harga produk lokal lebih terjangkau ketika nilai tukar rupiah melemah.
Selain itu, Farhan menilai penggunaan produk lokal dapat membantu menjaga perputaran ekonomi daerah di tengah tekanan ekonomi global.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung dalam kebijakan moneter nasional. Namun, pemerintah daerah tetap dapat menjaga efisiensi anggaran dan memperkuat sektor ekonomi lokal.
Farhan Soroti Kenaikan Harga Bahan Impor
Meski mendorong penggunaan produk lokal, Farhan mengakui pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang masih bergantung pada impor.
Ia menyoroti komoditas seperti gandum dan kedelai yang hingga kini masih didatangkan dari luar negeri. Karena itu, Farhan memperkirakan harga tahu, tempe, dan mi dapat ikut mengalami kenaikan.
“Kebutuhan masyarakat terhadap gandum dan kedelai sangat tinggi. Ini yang perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada inflasi,” ujarnya.
Menurut Farhan, kenaikan harga pangan berpotensi menekan daya beli masyarakat apabila pemerintah tidak segera mengendalikan stabilitas harga.
Pelaku Usaha Diminta Lebih Efisien
Farhan juga meminta pelaku industri rumahan yang menggunakan bahan baku impor agar meningkatkan efisiensi produksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga harga jual tetap stabil di tengah fluktuasi nilai tukar.
Selain itu, ia optimistis pemerintah pusat dapat menjaga pasokan impor kedelai dan gandum agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Farhan menambahkan, stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat.
Menurut dia, kepastian pemerintah untuk menahan kenaikan harga BBM dapat membantu menjaga stabilitas psikologis pasar dan mencegah kenaikan harga secara berlebihan.
“Kalau BBM tetap stabil, masyarakat dan pelaku usaha juga tidak punya alasan menaikkan harga terlalu tinggi,” katanya. ***(Chq)





