KDM Sambut Platform “Jaga Indonesia Pintar”, Siswa Kini Bisa Laporkan Dugaan Kebocoran Dana PIP

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP) di Bandung, Rabu (6/5/2026). Pemerintah memperkuat pengawasan bantuan pendidikan melalui platform digital Jaga Indonesia Pintar. Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan pengawasan Program Indonesia Pintar (PIP) di Bandung, Rabu (6/5/2026). Pemerintah memperkuat pengawasan bantuan pendidikan melalui platform digital Jaga Indonesia Pintar. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kejaksaan Republik Indonesia memperkuat pengawasan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) melalui platform digital bernama Jaga Indonesia Pintar.

Platform tersebut memungkinkan siswa penerima bantuan melaporkan secara langsung apakah dana PIP diterima penuh, sebagian, atau bahkan tidak diterima sama sekali.

Dedi Mulyadi mengapresiasi langkah pengawasan tersebut dan berharap bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Jasa Marga Pastikan Jembatan Overpass Tol Padaleunyi Aman Meski Retakan Viral

“Saya harap anak-anak di Jabar tidak lagi bicara soal kaya atau miskin orang tuanya, semua bisa sekolah,” ujar Dedi dalam kegiatan Sinergi Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI dalam Pengawasan Program Indonesia Pintar di Aryaduta Bandung, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, dengan skema baru penyaluran langsung ke rekening siswa, hambatan biaya pendidikan dapat diminimalkan.

Saat ini, jumlah penerima manfaat PIP di Jawa Barat mencapai sekitar 175 ribu siswa.

Baca juga: Pemprov Jabar Siap Ambil Alih Pengelolaan Bandung Zoo Lewat BUMD

Cegah Kebocoran Bantuan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengatakan pengawasan bersama Kejaksaan dilakukan untuk memastikan program benar-benar mampu menekan angka putus sekolah dan memutus rantai kemiskinan.

“Dalam pelaksanaannya memang ada sistem yang belum berjalan semestinya. Karena itu dilakukan perbaikan agar PIP benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai temuan pelanggaran dalam penyaluran bantuan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Manthovani, menjelaskan bahwa platform Jaga Indonesia Pintar menyediakan akses pelaporan langsung dari penerima manfaat.

“Jika ada unsur pidana, akan kami tindak lanjuti. Jika tidak, akan diteruskan ke Kemendikdasmen untuk perbaikan tata kelola,” jelasnya.

Baca juga: Bandung Tertibkan Penjualan Hewan Kurban, Trotoar dan Taman Dilarang Jadi Lapak

Menurut Reda, potensi kebocoran selama ini banyak terjadi pada tahap penerimaan bantuan. Karena itu, sistem pelaporan kini difokuskan langsung kepada siswa penerima manfaat, bukan melalui pihak sekolah.

Untuk memperkuat pengawasan di lapangan, Kejaksaan juga menggandeng Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang nantinya membentuk satuan tugas di tingkat desa.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi penyaluran bantuan pendidikan sekaligus memastikan seluruh siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan secara layak.***(Radit)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun
Wagub Jabar Optimistis 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026
Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Meriahkan Puncak Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate
KDM Dukung Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
Puluhan Ribu Warga Padati Bandung, Puncak Milangkala Tatar Sunda Berlangsung Semarak
Viral Ancaman di Media Sosial, Paguyuban Sunda Muda Minta Pengawalan Hukum untuk Dedi Mulyadi
Menkeu Purbaya Puji Dedi Mulyadi, Nilai Ekonomi Jawa Barat Tumbuh Pesat
Mau Nonton Kirab Budaya di Bandung? Simak Rute, Jam Penutupan Jalan, dan Lokasi Parkirnya

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Senin, 18 Mei 2026 - 23:36 WIB

Wagub Jabar Optimistis 3.600 Koperasi Merah Putih Rampung Juli 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 18:57 WIB

Drama Kolosal “Peuting Munggaran” Meriahkan Puncak Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:30 WIB

KDM Dukung Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:09 WIB

Puluhan Ribu Warga Padati Bandung, Puncak Milangkala Tatar Sunda Berlangsung Semarak

Berita Terbaru

Ilustrasi Parfum (Pinterest)

Ragam

Fenomena Bocil SD Koleksi Parfum Ramai di Media Sosial

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti prosesi pengembalian Mahkota Binokasih Sanghyang Pake ke Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Senin (18/5/2026), usai rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda di sejumlah daerah di Jawa Barat. Foto: Humas Jabar

Jawa Barat

KDM Antar Kembali Mahkota Binokasih ke Museum Prabu Geusan Ulun

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:57 WIB