Kajian “Rahasia Hidup Berkah”: Rezeki Melimpah dan Hati Qanaah di SD Al Azhar 62 Summarecon

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Suasana penuh khidmat terasa dalam kegiatan kajian bertema Rahasia Hidup Berkah, Rezeki Melimpah, Hati pun Qanaah yang digelar di lingkungan SD Al Azhar 62 Summarecon. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua murid, guru, serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual dan pendidikan karakter.

Sambutan Kepala Sekolah

Kepala sekolah Fian Hendrawan membuka acara dengan menekankan pentingnya majelis ilmu sebagai sumber keberkahan.

“Kajian ilmu menjadikan keberkahan untuk semua yang hadir,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berkomitmen membangun karakter spiritual peserta didik melalui kegiatan keagamaan yang rutin.

Pesan Utama Kajian

Dalam tausiyahnya, Ust Mirza menyampaikan bahwa kunci hidup berkah dimulai dari mengenal diri sendiri dan memahami hakikat kehidupan.

Ia menegaskan bahwa manusia perlu menjalani hidup dengan kesadaran penuh, menikmati setiap proses, dan selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.
Menurutnya, semua yang ada pada manusia adalah titipan, termasuk tubuh yang diibaratkan sebagai “rumah dan kendaraan” yang harus dijaga dengan baik.

Ust Mirza juga menjelaskan bahwa Allah menitipkan rasa dalam diri manusia sebagai sarana untuk berdzikir dan mengingat-Nya. Dengan kesadaran tersebut, seseorang akan memahami bahwa hakikat hidup adalah amanah.

Qanaah dan Sedekah sebagai Kunci Keberkahan

Dalam kajian tersebut, ia menekankan makna qanaah sebagai sikap merasa cukup dan menerima dengan syukur. Sikap ini, menurutnya, menjadi fondasi ketenangan hati di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Ia juga menyoroti pentingnya sedekah sebagai pintu keberkahan.

“Orang yang gemar bersedekah hidupnya berkah, sedangkan orang yang pelit hidupnya sulit,” ungkapnya.

Pesan ini disambut antusias oleh para peserta yang berharap dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Menanamkan Nilai Spiritual Sejak Dini

Kegiatan kajian ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai keimanan, rasa syukur, serta semangat berbagi kepada anak-anak sejak dini.

Melalui kegiatan seperti ini, sekolah berharap tercipta lingkungan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya nilai spiritual dan keberkahan hidup. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya
WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur
Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi
Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama
Kemenimipas Periksa Lapas Cibinong, Temukan Perbedaan dengan Temuan Ombudsman
SKCK Bisa Dicetak Sendiri Mulai 2027, Polri Siapkan Sistem Barcode
Winamp Comeback 2027, Siap Gabungkan MP3 dan Streaming Musik dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?

Senin, 28 September 2026 - 19:43 WIB

Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Minggu, 27 September 2026 - 14:00 WIB

Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama

Berita Terbaru