KABAR PAJAJARAN – Aplikasi media sosial bernama Friendster kembali muncul di perangkat iPhone melalui App Store. Kehadiran aplikasi ini langsung menarik perhatian karena menggunakan nama yang identik dengan jejaring sosial populer pada era 2000-an.
Di App Store, aplikasi tersebut tercatat dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. pada 2026 dengan ukuran file 5,9 MB dan rating usia 13+. Pengembang menyebut aplikasi ini dirancang untuk membantu pengguna terhubung dengan orang yang benar-benar mereka kenal di dunia nyata.
Friendster menghadirkan cara unik untuk menambah teman. Pengguna harus saling menempelkan ponsel agar bisa terhubung. “Tambahkan teman hanya dengan menempelkan ponsel secara langsung, lalu bagikan post dan pesan di dalam jaringan teman di dunia nyata,” tulis pengembang dalam deskripsi aplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Friendster Labs menegaskan layanan ini tidak menampilkan iklan, tidak menggunakan algoritma, dan tidak menjual data pengguna. Pengembang juga memastikan aplikasi ini tidak memiliki hubungan maupun akses terhadap data lama di situs Friendster versi sebelumnya.
Friendster Labs diketahui telah mengakuisisi domain friendster.com pada 2023 dari pemilik sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali nama besar Friendster dalam bentuk layanan baru.
Dari sisi tampilan, aplikasi Friendster menawarkan antarmuka yang sederhana. Pengguna dapat membuat akun menggunakan Apple ID, memilih username, menambahkan bio, dan langsung menggunakan layanan. Fitur unggahan saat ini mendukung teks dan foto, dilengkapi tombol Like serta pilihan emoji sebagai reaksi. Aplikasi ini belum mendukung unggahan video.
Menu utama di bagian bawah terdiri dari Home, Friends, Notifikasi, Chat, dan Profil. Untuk menambah teman, pengguna cukup membuka menu Friends lalu memilih Add Friend dan mendekatkan ponsel dengan pengguna lain.
Sebelum resmi dirilis di App Store, Friendster Labs telah membuka tahap uji coba bagi pengguna sejak 2025 untuk menguji performa layanan. Hingga kini, belum ada informasi terkait rencana ekspansi ke platform selain iOS.
Sebagai informasi, Friendster pernah menjadi pelopor jejaring sosial sebelum era Facebook dan Twitter, dengan basis pengguna besar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kehadiran aplikasi baru ini menjadi sinyal awal kebangkitan kembali nama Friendster di industri media sosial. ***(Ant)





