BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate yang akan diintegrasikan dengan Lapangan Gasibu. Proses pembangunan sudah terlihat sejak awal April 2026 dengan aktivitas pembongkaran batu andesit di Plaza A serta pemasangan pagar seng pengaman di area proyek.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, penataan ulang dilakukan untuk mengembalikan karakter Gedung Sate sebagai bangunan bersejarah sekaligus simbol pemerintahan provinsi.
Menurutnya, kondisi halaman depan saat ini belum mencerminkan identitas arsitektur Gedung Sate yang ikonik. Ia ingin kawasan tersebut tampil lebih terbuka, luas, dan menyatu dengan ruang publik di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gedung Sate yang begitu indah, hari ini halamannya malah seperti halaman hotel. Saya ingin halamannya luas dan benar-benar mencerminkan karakter Gedung Sate,” ujarnya.
Integrasi Gedung Sate–Gasibu Ubah Pola Lalu Lintas
Salah satu perubahan terbesar dalam proyek ini adalah integrasi kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu melalui penataan ulang jalur kendaraan dan ruang terbuka.
Ruas Jalan Diponegoro Bandung yang berada tepat di depan Gedung Sate tidak akan ditutup, melainkan dialihkan. Sebagian lahan Gasibu akan digunakan sebagai jalur baru, sementara badan jalan lama akan diubah menjadi halaman Gedung Sate.
Skema tersebut diharapkan menciptakan ruang publik terpadu yang menghubungkan Gedung Sate, koridor jalan, hingga Lapangan Gasibu tanpa sekat.
Spesifikasi Proyek dan Target Penyelesaian
Pemprov Jabar menyiapkan sejumlah parameter teknis untuk proyek revitalisasi tahap ini, antara lain:
- Luas penataan mencapai 14.642 meter persegi
- Panjang koridor 97–144,24 meter
- Waktu pengerjaan: 8 April – 6 Agustus 2026
- Nilai anggaran sekitar Rp15 miliar
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman memastikan proyek telah melalui kajian teknokratis dan bertujuan meningkatkan manfaat kawasan bagi masyarakat.
“Ini arahan gubernur yang didasarkan pada kajian matang untuk memberi manfaat lebih besar bagi publik,” ujarnya.
Nasib Prasasti Sapta Taruna Dipastikan Ditata Ulang
Di tengah pembangunan, perhatian publik juga tertuju pada Batu Prasasti Sapta Taruna. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Mas Adi Komar memastikan prasasti tersebut tidak diabaikan dan akan ditata ulang dalam desain kawasan baru.
Pemerintah menegaskan proses revitalisasi dilakukan secara sistematis dan transparan sepanjang masa pengerjaan
Ruang Publik Baru dan Rencana Upacara Kenegaraan
Revitalisasi kawasan ini diharapkan menghadirkan ruang terbuka hijau yang lebih luas, nyaman, dan representatif. Selain memperkuat fungsi simbolis Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan, kawasan baru juga dirancang untuk menampung berbagai kegiatan publik.
Pemprov Jabar bahkan membuka kemungkinan memindahkan lokasi upacara kenegaraan ke halaman depan Gedung Sate di masa depan.
Dengan target rampung Agustus 2026, proyek ini diproyeksikan menjadi wajah baru ruang publik Kota Bandung yang memadukan nilai sejarah, fungsi pemerintahan, dan kebutuhan masyarakat modern. ***(Chq)
















