BANDUNG – Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat bersama jajaran Satresnarkoba di berbagai wilayah terus menggencarkan pemberantasan narkoba. Sepanjang Januari hingga April 2026, aparat berhasil menyita beragam jenis narkotika dan obat-obatan, termasuk 668.328 butir obat keras terbatas (OKT) dan obat-obatan tertentu (OOT).
Jumlah OKT dan OOT yang disita menjadi sorotan publik karena dinilai sangat besar. Dalam beberapa waktu terakhir, peredaran obat-obatan tersebut juga ramai diperbincangkan setelah muncul sejumlah aksi penindakan terhadap tempat penjualannya, mulai dari penembakan menggunakan kembang api hingga penyiraman terhadap pembeli. Kondisi ini sempat memunculkan dugaan adanya pihak yang membekingi peredaran obat-obatan tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menegaskan pihaknya tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Jawa Barat. Ia menekankan dampak peredaran OKT dan OOT sangat berbahaya karena menyasar pelajar hingga anak jalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dampaknya luar biasa, karena yang diserang itu golongan pelajar, anak muda, bahkan anak jalanan. Dengan uang Rp5–10 ribu, mereka diiming-imingi khayalan yang berujung pada kematian yang lambat,” ujarnya di Mapolda Jabar, Senin (13/4/2026).
Hendra menegaskan pengungkapan ratusan ribu butir OKT dan OOT membuktikan keseriusan kepolisian dalam memberantas peredarannya. Ia juga membantah keras isu adanya pihak yang membekingi praktik tersebut.
“Kami sangat intensif melakukan penindakan. Terkait beking, itu tidak benar. Jika terbukti, kami akan tangkap,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Albert RD, mengimbau masyarakat aktif melaporkan peredaran OKT, OOT, maupun narkoba lainnya. Ia meminta warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri.
“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Barang bukti yang kami amankan berasal dari laporan masyarakat. Mari kita antisipasi bersama tanpa perlu main hakim sendiri, cukup laporkan kepada kami,” kata Albert.
Ia kembali memastikan tidak ada pihak yang membekingi peredaran obat-obatan tersebut. “Tidak ada. Saya pastikan tidak ada,” pungkasnya. ***(chq)






