IPM Jawa Barat 2025 Naik Jadi 75,9, Lampaui Target

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 meningkat menjadi 75,9 poin. Angka ini naik dari capaian 2024 sebesar 74,92 poin sekaligus melampaui target 74,39 poin. (Humas Jabar)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 meningkat menjadi 75,9 poin. Angka ini naik dari capaian 2024 sebesar 74,92 poin sekaligus melampaui target 74,39 poin. (Humas Jabar)

KOTA BANDUNG, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi di Jawa Barat mencatat kenaikan signifikan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025. Nilai IPM mencapai 75,9 poin, naik dari 74,92 poin pada 2024 dan melampaui target 74,39 poin.

Kepala Bappeda Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pemerintah mendorong peningkatan IPM melalui perbaikan sektor kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Pemerintah mengeksekusi berbagai program secara konsisten agar dampaknya terasa langsung bagi masyarakat.

Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan

Pemerintah Daerah Provinsi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menurunkan angka kematian balita menjadi 6,67 per 1.000 kelahiran hidup. Pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer dan memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah juga mendorong peningkatan usia harapan hidup hingga mencapai 75,53 tahun. Pemerintah memperkuat fasilitas kesehatan, meningkatkan kualitas tenaga medis, serta memperluas edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Pendidikan Jadi Motor Utama Peningkatan IPM

Pemerintah meningkatkan harapan lama sekolah menjadi 13,02 tahun. Pemerintah juga menaikkan rata-rata lama sekolah hingga 9,46 tahun, melampaui target 9,35 tahun dan meningkat dibandingkan capaian 2024 sebesar 9,24 tahun.

Pemerintah memperluas akses pendidikan menengah dan pendidikan khusus melalui berbagai program pembiayaan. Pemerintah menyalurkan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) kepada:

  • 578.196 siswa SMA
  • 367.040 siswa SMK
  • 9.376 siswa SLB

Pemerintah menyalurkan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) kepada:

  • 261.488 siswa SMA
  • 667.298 siswa SMK
  • 19.975 siswa SLB

Pemerintah menekan angka putus sekolah melalui Beasiswa Personal Pancawaluya yang menjangkau ribuan siswa dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah Perkuat Operasional Sekolah

Pemerintah memperkuat operasional satuan pendidikan melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Pemerintah menyalurkan bantuan kepada:

  • 1.715 SMA
  • 2.884 SMK
  • 391 SLB

Pemerintah memastikan sekolah memiliki dukungan operasional yang memadai agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

Infrastruktur Pendidikan Terus Diperluas

Pemerintah membangun 11 Unit Sekolah Baru (USB). Pemerintah menambah 722 ruang kelas dan ruang praktik siswa. Pemerintah menyediakan meubelair bagi 397 sekolah.

Pemerintah merehabilitasi 224 ruang kelas agar siswa belajar di ruang yang layak. Pemerintah membangun 290 unit toilet sekolah untuk meningkatkan standar sanitasi dan kesehatan lingkungan belajar.

Pemerintah menargetkan peningkatan daya tampung sekolah sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

Digitalisasi Pendidikan Jadi Fokus Baru

Pemerintah menyiapkan platform pembelajaran digital terstandarisasi. Pemerintah ingin mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara kota dan kabupaten.

Pemerintah mendorong sekolah memanfaatkan teknologi pembelajaran agar siswa memperoleh akses pendidikan yang lebih merata.

Strategi Lanjutan Tingkatkan Kesejahteraan

Pemerintah meningkatkan layanan kesehatan primer dan memperkuat sumber daya manusia kesehatan. Pemerintah mendorong masyarakat menerapkan PHBS sebagai langkah preventif meningkatkan derajat kesehatan.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan pengeluaran per kapita melalui peningkatan pendapatan masyarakat. Pemerintah menggerakkan ekonomi daerah agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sinergi kebijakan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027
Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja
Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga
Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka
Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu
Pemkab Majalengka Percepat Revitalisasi 323 Sekolah, Tunggu Persetujuan Pusat
Tol Getaci Mandek, Pemerintah Timbang Alihkan Fokus ke Bendungan Pengendali Banjir
Korlantas Siapkan Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama Berlaku Nasional 2026, Dedi Mulyadi: Momentum Besar Wajib Pajak

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Judul: Pemprov Jabar Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur dalam RKPD 2027

Kamis, 16 April 2026 - 09:19 WIB

Heboh! Aplikasi Nyari Gawe Banjir 518 Ribu Lamaran, Warga Jawa Barat Serbu Lowongan Kerja

Kamis, 16 April 2026 - 09:10 WIB

Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Kick Off Renovasi 40 Ribu Rumah Warga

Rabu, 15 April 2026 - 19:36 WIB

Kunjungan Kapolda Jabar Perkuat Sinergi dengan Pesantren di Majalengka

Rabu, 15 April 2026 - 17:45 WIB

Dedi Mulyadi Akhirnya Buka Suara! Ini Alasan Sebenarnya Penataan Plaza Gedung Sate–Gasibu

Berita Terbaru