Jakarta, Kabar Pajajaran – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan kembali menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah, yang sekaligus menjadi penentu Hari Raya Idul Fitri 2026. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
Kegiatan ini akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, dan menjadi momen penting yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh Indonesia. Melalui sidang inilah pemerintah menetapkan secara resmi kapan Idul Fitri dirayakan secara nasional.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme baku yang digunakan pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Prosesnya diawali dengan pemaparan data astronomi mengenai posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah itu, sidang dilanjutkan secara tertutup untuk membahas hasil pemantauan hilal atau rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Hasil dari kedua pendekatan tersebut—hisab dan rukyat—akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
Secara astronomi, posisi hilal pada hari ini dilaporkan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggiannya berkisar antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit. Angka-angka ini menjadi indikator penting dalam menentukan kemungkinan terlihatnya hilal.
Meski demikian, keputusan akhir tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk itu, Kementerian Agama melakukan pemantauan di 117 titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti BMKG, BRIN, MUI, para pakar falak, serta organisasi masyarakat Islam.
Sidang isbat juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga negara dan duta besar negara sahabat. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan awal Syawal tidak hanya berbasis pada kajian ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan aspek keagamaan dan kebersamaan.
Hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat dan menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idul Fitri 2026. Dengan demikian, kepastian hari raya akan segera diketahui setelah seluruh rangkaian sidang selesai dilaksanakan. *** (Ant)