Hilal Sudah di Atas Ufuk, Sidang Isbat Hari Ini Jadi Penentu Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 - 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, (Kemenag)

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, (Kemenag)

Jakarta, Kabar Pajajaran – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan kembali menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Syawal 1447 Hijriah, yang sekaligus menjadi penentu Hari Raya Idul Fitri 2026. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Kegiatan ini akan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama di Jakarta, dan menjadi momen penting yang selalu dinantikan umat Islam di seluruh Indonesia. Melalui sidang inilah pemerintah menetapkan secara resmi kapan Idul Fitri dirayakan secara nasional.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa sidang isbat merupakan mekanisme baku yang digunakan pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Prosesnya diawali dengan pemaparan data astronomi mengenai posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah itu, sidang dilanjutkan secara tertutup untuk membahas hasil pemantauan hilal atau rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Hasil dari kedua pendekatan tersebut—hisab dan rukyat—akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.

Secara astronomi, posisi hilal pada hari ini dilaporkan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggiannya berkisar antara 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, dengan sudut elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit. Angka-angka ini menjadi indikator penting dalam menentukan kemungkinan terlihatnya hilal.

Meski demikian, keputusan akhir tetap menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan secara langsung di lapangan. Untuk itu, Kementerian Agama melakukan pemantauan di 117 titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti BMKG, BRIN, MUI, para pakar falak, serta organisasi masyarakat Islam.

Sidang isbat juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan lembaga negara dan duta besar negara sahabat. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan awal Syawal tidak hanya berbasis pada kajian ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan aspek keagamaan dan kebersamaan.

Hasil sidang isbat nantinya akan diumumkan secara resmi kepada masyarakat dan menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Idul Fitri 2026. Dengan demikian, kepastian hari raya akan segera diketahui setelah seluruh rangkaian sidang selesai dilaksanakan. *** (Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru