Pemkot Bandung Siapkan Langkah Alternatif Hadapi Krisis Sampah

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 dari 55 TPS di Kota Bandung mengalami kelebihan kapasitas yang diakibatkan oleh permasalahan yang berada di TPA Sarimukti. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 dari 55 TPS di Kota Bandung mengalami kelebihan kapasitas yang diakibatkan oleh permasalahan yang berada di TPA Sarimukti. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kota Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah alternatif untuk menangani persoalan sampah apabila Pemerintah Provinsi Jawa Barat menolak penetapan status darurat sampah. Pemkot langsung menggerakkan sejumlah strategi karena volume sampah terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pemerintah kota tidak akan menunggu keputusan darurat untuk bertindak. Ia menekankan bahwa Pemkot akan terus mencari solusi nyata di lapangan.

“Kalau permintaan kedaruratan tidak disetujui, kami tetap cari jalan lain karena masalah ini harus selesai,” ujar Farhan, Rabu (3/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lonjakan Sampah Dipicu Pembatasan TPA Sarimukti dan Aktivitas Warga

Sejumlah faktor mendorong kenaikan volume sampah di Bandung. Pembatasan kuota pembuangan ke TPA Sarimukti menjadi pemicu utama. Selain itu, aktivitas masyarakat yang meningkat saat libur panjang ikut menambah beban sampah harian.

Pemkot mencatat peningkatan signifikan setelah periode Lebaran 2026. Ketergantungan Bandung terhadap satu TPA juga memperburuk kondisi di lapangan.

Akibatnya, beberapa titik pembuangan sampah mengalami penumpukan dan mengganggu kebersihan lingkungan kota.

Pemkot Bandung Dorong Rencana TPA Mandiri

Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mandiri sebagai solusi jangka panjang. Pemkot menilai ketergantungan terhadap TPA Sarimukti tidak lagi memadai untuk kondisi saat ini.

Farhan menjelaskan bahwa pemerintah kota kini fokus mencari lahan dan mengurus perizinan untuk proyek tersebut.

“Kami siapkan lahan, kami urus perizinan. Kalau memungkinkan, kami jalankan. Kalau tidak, kami cari opsi lain,” kata Farhan.

Pemkot Perluas Program Gaslah untuk Dorong Pemilahan Sampah

Pemkot Bandung memperkuat program Gaslah untuk meningkatkan pemilahan sampah dari sumbernya. Program ini mendorong warga memilah sampah langsung dari rumah tangga.

Pemerintah kota mencatat peningkatan partisipasi warga. Sebelumnya hanya sekitar 10 rumah per RT yang memilah sampah, kini jumlahnya meningkat menjadi sekitar 20 rumah per RT.

Meski meningkat, angka tersebut masih jauh dari target 60 rumah per RT. Pemkot kemudian memperluas edukasi agar lebih banyak warga ikut terlibat.

Pemprov Jabar Siapkan Teknologi Pengolahan Sampah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan mesin pengolahan sampah untuk setiap kelurahan. Pemerintah provinsi mendorong penggunaan teknologi ini untuk mengurangi ketergantungan pada TPA.

Pemkot Bandung menyambut rencana tersebut dan langsung menyatakan kesiapan untuk mengoperasikan fasilitas itu di lapangan.

“Kami siap mengoptimalkan bantuan tersebut,” ujar Farhan.

Status Darurat Masih Dikaji, Pemprov Minta Pendekatan Hati-hati

Pemprov Jawa Barat belum menetapkan status darurat sampah karena masih mengkaji dampaknya. Pemerintah provinsi menilai keputusan tersebut harus melalui pertimbangan matang agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.

Selain itu, Pemprov menekankan perlunya efektivitas penanganan di lapangan sebelum mengambil langkah darurat. Kondisi TPA Sarimukti yang mendekati kapasitas maksimal juga terus menjadi perhatian utama.

Pemkot Tekankan Solusi Nyata di Lapangan

Pemkot Bandung kini memprioritaskan solusi konkret untuk mengatasi krisis sampah. Pemerintah kota menggabungkan strategi jangka pendek dan jangka panjang, mulai dari pengolahan berbasis teknologi hingga peningkatan partisipasi masyarakat.

Dengan langkah tersebut, Pemkot berharap persoalan sampah dapat terkendali tanpa harus bergantung sepenuhnya pada status darurat. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB