Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Turun, Tapi Pemerintah Tetap Siaga Hadapi Lonjakan

Minggu, 8 Maret 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Pajajaran – Pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran 2026 diperkirakan sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, pemerintah tetap bersiap menghadapi kemungkinan lonjakan pemudik yang bisa saja terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memproyeksikan jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan selama periode Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut turun sekitar 1,75 persen dibandingkan proyeksi tahun lalu yang mencapai 146,4 juta orang.

“Pada survei tahun ini, jumlah masyarakat yang akan melakukan pergerakan diproyeksikan sebesar 143,9 juta orang. Kalau dibandingkan dengan survei tahun sebelumnya memang ada penurunan sekitar 1,75 persen,” kata Dudy, dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil Survei Nasional

Proyeksi tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan pemerintah menjelang pelaksanaan angkutan Lebaran. Survei ini bertujuan memetakan potensi pergerakan masyarakat sekaligus membantu pemerintah menyiapkan sarana dan prasarana transportasi nasional.

Survei dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan LAPI ITB, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Dalam pelaksanaannya, sekitar 55.000 responden dari berbagai wilayah Indonesia dilibatkan untuk memperoleh gambaran yang lebih representatif mengenai pola perjalanan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Belajar dari Lonjakan Tahun Lalu

Meski proyeksi tahun ini menunjukkan penurunan, pemerintah tidak ingin lengah. Pasalnya, pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan adanya selisih cukup besar antara hasil survei dan realisasi di lapangan.

Pada survei awal Lebaran 2025, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 146,4 juta orang. Namun berdasarkan data mobile positioning, realisasi perjalanan masyarakat justru mencapai sekitar 154,6 juta orang.

Karena itu, Kementerian Perhubungan tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah pemudik.

“Kami belajar dari pengalaman sebelumnya, bahwa ada lonjakan antara survei dan realisasi. Maka kami harus mengantisipasi apabila terjadi lonjakan dengan angka yang berbeda dari survei tersebut,” ujar Dudy.

Mudik Masih Jadi Tradisi Utama

Menurut Dudy, mudik masih menjadi tradisi kuat bagi masyarakat Indonesia. Momen Lebaran tetap dimanfaatkan banyak orang untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Hasil survei menunjukkan sekitar 50,60 persen responden menyatakan perjalanan mereka bertujuan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di daerah asal.

Namun ada pula kecenderungan baru, di mana sebagian masyarakat memanfaatkan libur panjang Lebaran untuk berwisata atau liburan bersama keluarga.

Jawa Masih Jadi Pusat Pergerakan

Berdasarkan asal provinsi, lima wilayah dengan jumlah pemudik terbanyak diperkirakan berasal dari:

  • Jawa Barat
  • DKI Jakarta
  • Jawa Timur
  • Jawa Tengah
  • Banten

Sementara tujuan perjalanan terbanyak diperkirakan menuju:

  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Jawa Barat
  • DI Yogyakarta
  • Sulawesi Selatan

Kota Asal dan Tujuan Favorit

Untuk kota asal perjalanan, lima wilayah dengan pergerakan tertinggi diprediksi berasal dari:

  • Jakarta Timur
  • Bogor
  • Bekasi
  • Jakarta Selatan
  • Jakarta Barat

Sedangkan lima kota tujuan utama pemudik adalah:

  • Kebumen
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Banyumas
  • Bandung

Kementerian Perhubungan juga mencatat pergerakan besar dari wilayah Jabodetabek, khususnya dari Bogor, Tangerang, Jakarta Timur, Kota Bekasi, dan Kota Tangerang.

Menurut Menhub, salah satu rute yang diprediksi ramai adalah perjalanan dari Kabupaten Bogor menuju Cianjur yang menjadi tujuan favorit masyarakat di kawasan tersebut. *** (Anton)

Sumber : Antara

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru