Pemprov Jabar Siapkan Pengelolaan Lahan PTPN dan Perhutani di Gunung Wayang

Rabu, 30 September 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana mengambil alih hak pengelolaan tanah-tanah milik PTPN maupun Perhutani yang ada di Jawa Barat, khususnya yang berada di kawasan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) berencana mengambil alih hak pengelolaan tanah-tanah milik PTPN maupun Perhutani yang ada di Jawa Barat, khususnya yang berada di kawasan Gunung Wayang di Kabupaten Bandung.

KABUPATEN BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan rencana pengambilalihan hak pengelolaan sejumlah lahan milik PTPN dan Perhutani. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian Pemprov Jabar berada di Gunung Wayang, Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan lahan tersebut untuk penanaman pohon khas kawasan. Pada saat yang sama, program itu juga bertujuan membuka sumber penghasilan baru bagi masyarakat sekitar.

Dedi menyampaikan rencana tersebut saat mengunjungi Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya targetkan seribu hektar lahan biar selesai. Petaninya yang nanamnya saya gaji Rp2,5 juta per bulan. Satu orang 2 hektar. Diperlukan 500 orang,” kata Dedi.

Dedi Mulyadi Siapkan Petani Penanam Pohon

Selain menjaga lingkungan, program tersebut menyasar persoalan ekonomi masyarakat di kawasan perkebunan. Dedi menilai warga di sejumlah daerah masih menghadapi persoalan upah buruh yang rendah.

Wilayah yang menjadi perhatian antara lain Cianjur Selatan, Garut Selatan, dan Bandung Selatan. Menurut Dedi, sebagian buruh perkebunan sayur hanya menerima upah sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000.

Kondisi tersebut, lanjut dia, membuat masyarakat di kawasan perkebunan sulit meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, Pemprov Jabar ingin menghadirkan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih layak melalui program penanaman dan perawatan pohon.

Penanaman Pohon Dimulai Desember 2026

Pemprov Jabar menargetkan program penanaman pohon mulai berjalan pada Desember 2026. Untuk menjalankan program tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 4.000 petani sebagai tenaga penanam sekaligus perawat pohon.

Setiap petani akan memperoleh upah sebesar Rp2,5 juta per bulan. Dengan jumlah 4.000 orang, kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp10 miliar setiap bulan.

Dalam satu tahun, anggaran yang disiapkan Pemprov Jabar diperkirakan mencapai Rp120 miliar. Dedi menilai alokasi tersebut perlu dipandang sebagai investasi untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dedi Kaitkan Penghijauan dengan Kondisi Citarum

Di sisi lain, Dedi menghubungkan program tersebut dengan kondisi Sungai Citarum. Menurutnya, kerusakan kawasan hulu dapat meningkatkan sedimentasi dan risiko banjir di wilayah sekitar aliran sungai.

Pemerintah selama ini harus mengeluarkan anggaran besar untuk menangani sedimentasi Citarum. Bahkan, Dedi menyebut biaya pengerukan sedimentasi setiap tahun bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Tidak hanya pengerukan, pemerintah juga menghadapi kebutuhan anggaran untuk menangani banjir, memperbaiki lingkungan, serta membangun kembali infrastruktur yang terdampak.

Oleh sebab itu, Dedi menilai pencegahan melalui penghijauan perlu mendapat perhatian. Menurutnya, biaya untuk membayar petani merawat kawasan hutan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Citarum Menopang Aktivitas Ekonomi

Lebih lanjut, Dedi menyoroti peran Citarum terhadap perekonomian Jawa Barat. Keberadaan sumber air dari kawasan tersebut mendukung berbagai aktivitas, termasuk pembangkit listrik di Cirata, Saguling, dan Jatiluhur.

Selain sektor energi, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Bekasi juga berkembang dengan dukungan sumber daya air. Perputaran ekonomi di kawasan tersebut mencapai nilai yang besar setiap bulan.

Karena itu, Dedi mengingatkan pentingnya menjaga kawasan hulu Citarum. Jika kawasan seperti Situ Cisanti dan Gunung Wayang mengalami kerusakan, ketersediaan air dapat terganggu dan aktivitas ekonomi di wilayah hilir ikut terdampak.

Anggaran Jabar Tidak Hanya untuk Proyek

Dedi menegaskan bahwa Pemprov Jabar perlu menggunakan anggaran untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbentuk proyek fisik, tetapi juga dapat berupa program yang menciptakan pekerjaan dan menjaga lingkungan.

“Pengeluaran Pemprov Jabar tidak melulu hanya untuk proyek, tetapi juga perlu untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Dedi.

Dengan program tersebut, pemerintah ingin melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Para petani nantinya tidak hanya menanam pohon, tetapi juga merawat tanaman agar kawasan hulu tetap terjaga.

Dengan demikian, program pengelolaan lahan PTPN dan Perhutani diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan kawasan Citarum. ***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman
Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya
Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
Pemprov Jabar Perkuat Perlindungan Pekerja, 13.044 Orang Terdampak PHK
Program Poe Ibu Jabar Bantu Renovasi 39 Rumah Warga di Ciamis

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Suhu Panas Indonesia Tembus 38,5 Derajat, BMKG Ungkap 3 Wilayah Terpanas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:44 WIB

KDM Pastikan Pembangunan Jabar 2026 Tetap Berjalan Tanpa Pinjaman

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa ITB Meninggal Saat ITB Ultra Marathon 2026, Ini Kronologinya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Gempa Bogor dan Sukabumi Picu Kerusakan 33 Bangunan, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Berita Terbaru