Macan Tutul Jawa yang Serang Warga di Bandung Kini Mulai Pulih

Jumat, 4 September 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi seekor macan tutul jantan yang ditangkap karena masuk pemukiman rumah dan menyerang warga di Pacet, Kabupaten Bandung dalam kondisi sehat setelah mendapatkan penanganan rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut.(BBKSDA Jabar)

Kondisi seekor macan tutul jantan yang ditangkap karena masuk pemukiman rumah dan menyerang warga di Pacet, Kabupaten Bandung dalam kondisi sehat setelah mendapatkan penanganan rehabilitasi di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut.(BBKSDA Jabar)

BANDUNG – Kondisi macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang sempat memasuki permukiman warga di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini berangsur membaik. Satwa jantan tersebut masih menjalani rehabilitasi sebelum BBKSDA Jawa Barat melepasliarkannya kembali ke habitat yang sesuai.

Macan tutul Jawa itu sebelumnya mengalami luka setelah memasuki wilayah permukiman warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Februari 2026.

Tim kemudian mengevakuasi satwa tersebut untuk mendapatkan perawatan. Setelah proses evakuasi, macan tutul jantan itu menjalani rehabilitasi awal di Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dokter hewan dan tim medis memantau kondisi macan tutul tersebut setiap hari. Perawatan intensif itu perlahan menunjukkan hasil.

Satwa mulai mampu berjalan dan kembali menyantap makanan secara normal. Kondisinya pun terus menunjukkan perkembangan positif selama menjalani rehabilitasi.

Kondisi Macan Tutul Jawa Kini Membaik

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita, mengatakan kondisi macan tutul tersebut saat ini secara umum sudah sehat.

Meski begitu, tim belum menghentikan proses perawatan. Mereka masih memastikan kondisi fisik dan kemampuan satwa sebelum mengambil keputusan terkait pelepasliaran.

“Yang jelas untuk sementara ini dalam kondisi sehat, tapi masih perlu perawatan lebih lanjut,” ujar Vitriana di Garut, Kamis (3/9/2026), dikutip dari Antara.

BBKSDA Jawa Barat tidak ingin terburu-buru melepas macan tutul tersebut. Tim perlu memastikan satwa memiliki kondisi yang cukup baik untuk bertahan hidup ketika kembali ke habitat alaminya.

Macan Tutul Dipindahkan dari Cikembulan ke Sukabumi

Setelah menjalani rehabilitasi awal di Taman Satwa Cikembulan, BBKSDA Jawa Barat memindahkan macan tutul tersebut ke Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT), Sukabumi.

Pemindahan itu bertujuan memberikan penanganan lanjutan yang lebih sesuai dengan kebutuhan satwa liar sekaligus mempersiapkan proses pelepasliaran.

Vitriana menjelaskan, Cikembulan memiliki fungsi sebagai taman satwa. Sementara itu, YCKT menjalankan fungsi sebagai pusat penyelamatan satwa.

“Kalau Cikembulan kan dia taman satwa, jadi fokus kelolanya berbeda, kalau lembaga seperti YCKT itu dia fokusnya sebagai pusat penyelamatan,” kata Vitriana.

Dengan perbedaan fungsi tersebut, BBKSDA Jawa Barat menilai YCKT dapat memberikan fasilitas dan penanganan yang lebih mendukung proses pemulihan macan tutul Jawa.

BBKSDA Siapkan Macan Tutul Kembali ke Alam

BBKSDA Jawa Barat kini terus memantau perkembangan kondisi macan tutul Jawa tersebut.

Selain memastikan kesehatan fisik, tim juga perlu menilai kesiapan satwa sebelum melepasnya kembali ke alam. Proses tersebut penting agar macan tutul mampu beradaptasi dan bertahan hidup setelah meninggalkan tempat rehabilitasi.

BBKSDA Jawa Barat berharap macan tutul jantan itu dapat kembali ke habitat alaminya setelah seluruh tahapan rehabilitasi selesai.

“Kita semua berharap masih bisa dilepasliarkan kembali di lokasi yang tepat,” ujar Vitriana.

Pihak BBKSDA juga akan mempertimbangkan lokasi pelepasliaran dengan memperhatikan kondisi habitat dan aspek keselamatan satwa maupun masyarakat.

Macan tutul Jawa merupakan salah satu satwa liar yang mendapat perhatian dalam upaya konservasi. Karena itu, proses rehabilitasi hingga pelepasliaran harus melalui pemantauan dan persiapan yang matang. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027
Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung
Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib
Bobotoh Persib Siap ke SUGBK, Tunggu Izin Polisi untuk Laga Lawan Persija
Kebakaran Lahan di Cililin Bandung Barat Hanguskan 1 Hektare Area Perhutani
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bandung, Farhan Imbau Warga Pakai Masker

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:00 WIB

HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan

Senin, 14 September 2026 - 12:00 WIB

Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas

Minggu, 13 September 2026 - 20:00 WIB

PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Sabtu, 12 September 2026 - 10:00 WIB

Pemprov Jabar Tebar Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama GIIAS Bandung

Sabtu, 12 September 2026 - 09:00 WIB

Wali Kota Bandung Minta Bobotoh Tak Datang ke SUGBK Saat Persija Vs Persib

Berita Terbaru

Teknologi

iOS 27 Resmi Dirilis, Ini Daftar 33 iPhone yang Kebagian Update

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:14 WIB