Dedi Mulyadi Tegur Wali Kota Cimahi soal Maraknya Tramadol, Minta Segera Ditindak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur keras Wali Kota Cimahi Ngatiyana terkait dugaan maraknya peredaran obat keras jenis tramadol di Kota Cimahi, Selasa (3/8/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur keras Wali Kota Cimahi Ngatiyana terkait dugaan maraknya peredaran obat keras jenis tramadol di Kota Cimahi, Selasa (3/8/2026)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur Wali Kota Cimahi Ngatiyana terkait dugaan maraknya peredaran obat keras jenis tramadol di Kota Cimahi. Ia meminta Pemerintah Kota Cimahi segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan peredaran obat tersebut.

Dedi menyampaikan teguran itu saat Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kegiatan itu berlangsung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Dedi menyoroti kondisi di Kota Cimahi. Ia menilai peredaran tramadol sudah meresahkan masyarakat. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bergerak lebih cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dedi, berbagai laporan tentang peredaran tramadol terus bermunculan. Ia juga menyinggung dugaan adanya pihak yang mengatasnamakan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dugaan itu, menurutnya, membuat penindakan berjalan lambat.

“Gimana ini, banyak tramadol beredar. Ada warga juga yang jadi korban. Banyak LSM, sehingga tidak ada yang berani menindak. Masa Pak Wali yang berlatar belakang TNI tidak berani menindak?” kata Dedi kepada Ngatiyana.

Dedi Minta Ngatiyana Segera Bergerak

Dedi kembali mendorong Ngatiyana untuk bertindak. Ia mengingatkan agar Pemkot Cimahi tidak menunda penanganan persoalan tersebut.

Menurut Dedi, pengalaman Ngatiyana sebagai purnawirawan TNI seharusnya menjadi modal untuk mengambil keputusan yang tegas.

Menanggapi teguran itu, Ngatiyana mengatakan pemerintah kota sedang menyiapkan langkah penanganan.

“Sedang disiapkan untuk mengatasi,” ujar Ngatiyana.

Namun, jawaban itu belum membuat Dedi puas. Ia kembali meminta pemerintah kota segera bergerak.

“Jangan terlalu lama. Harus ditindak. Sikat saja, Bapak kan tentara, masa tidak berani,” tegasnya.

Dedi Minta Penindakan Tegas

Dedi menegaskan pemerintah daerah harus melindungi masyarakat dari peredaran obat keras ilegal. Menurutnya, tramadol yang beredar tanpa pengawasan dapat memicu berbagai persoalan sosial.

Selain itu, ia meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah menjalankan kewenangannya secara maksimal. Ia juga mengingatkan semua pihak agar tidak takut menghadapi oknum yang diduga melindungi peredaran obat keras.

Karena itu, Dedi berharap Pemkot Cimahi segera melakukan langkah nyata. Ia menilai tindakan cepat akan membantu memutus rantai peredaran tramadol sekaligus melindungi masyarakat. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran
Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Pemkot Bandung Wajibkan Warga Pilah Sampah Sebelum TPPAS Legok Nangka Beroperasi
Dedi Mulyadi Restrukturisasi BUMD Jabar, Perusahaan Tak Produktif Terancam Ditutup
Persib Vs Persija Makin Panas, Dedi Kusnandar Bocorkan Target Maung Bandung

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru

Berita Terbaru