BMKG Mulai Operasi Modifikasi Cuaca, Hujan Buatan Dikerahkan Cegah Karhutla dan Kekeringan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau, (Freepik)

Ilustrasi Kemarau, (Freepik)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempercepat operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan selama musim kemarau 2026.

Lembaga tersebut mengambil langkah itu setelah memprediksi fenomena El Nino masih memengaruhi kondisi cuaca hingga tahun depan. Dampaknya, sejumlah daerah berpotensi mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan kering.

Deputi Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan tim memusatkan operasi di daerah yang memiliki risiko karhutla paling tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Operasi modifikasi cuaca saat ini sedang dilakukan untuk mitigasi karhutla di beberapa tempat. Yang di Aceh baru selesai. Kemudian yang di Palembang sudah berlangsung sekitar sepekan dan kemungkinan hari ini juga selesai,” ujar Seto.

BMKG Catat 17 Operasi Modifikasi Cuaca

Hingga akhir Juli 2026, BMKG mencatat pelaksanaan 17 operasi modifikasi cuaca dengan total durasi mencapai 169 hari.

Pemerintah menjalankan program tersebut sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak musim kemarau. Langkah itu sekaligus menjaga ketersediaan air di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

Tim akan terus menyesuaikan lokasi operasi berdasarkan perkembangan cuaca, kelembapan udara, serta potensi pembentukan awan.

Aceh, Palembang, Pekanbaru, dan Palangka Raya Jadi Prioritas

Aceh telah menyelesaikan operasi modifikasi cuaca setelah kondisi di wilayah tersebut membaik.

Di Palembang, tim masih melanjutkan penyemaian awan yang sudah berlangsung sekitar satu pekan. BMKG memperkirakan operasi itu segera berakhir.

Sementara itu, tim baru memulai operasi di Pekanbaru dan Palangka Raya. Mereka menargetkan peningkatan curah hujan agar kelembapan lahan tetap terjaga dan potensi munculnya titik api menurun.

Tim Optimalkan Awan yang Sudah Terbentuk

Selama operasi berlangsung, tim menggunakan garam atau natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai.

Teknologi tersebut tidak menciptakan awan baru. Sebaliknya, tim memanfaatkan awan yang sudah terbentuk agar menghasilkan hujan dengan intensitas lebih tinggi.

Menurut Tri Handoko Seto, penyemaian awan mampu menghasilkan jutaan meter kubik air hujan ketika kondisi atmosfer mendukung.

Curah hujan tambahan itu membantu menjaga kelembapan lahan sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat berkurang. Hujan hasil modifikasi juga membantu petugas mempercepat proses pemadaman apabila api telanjur muncul.

Pemerintah Jaga Pasokan Air Nasional

Selain mencegah karhutla, pemerintah memanfaatkan operasi modifikasi cuaca untuk menjaga cadangan air di sejumlah kawasan strategis.

Tim mengarahkan penyemaian awan ke Danau Toba dan Batam guna memenuhi kebutuhan air masyarakat.

Operasi juga menyasar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat agar pasokan air menuju waduk utama tetap terjaga sepanjang musim kemarau.

Di Sulawesi Tengah, tim memperkuat cadangan air di kawasan Danau Poso untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan berbagai sektor produktif.

Operasi Berlanjut Sesuai Kondisi Atmosfer

BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca sebelum menentukan lokasi operasi berikutnya.

Apabila kondisi atmosfer memenuhi syarat, tim segera melakukan penyemaian awan untuk meningkatkan peluang hujan.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menekan risiko karhutla, menjaga ketersediaan air, sekaligus mengurangi dampak musim kemarau ekstrem terhadap masyarakat. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru