BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Sopir truk pengangkut tabung LPG berinisial AS (45) mengaku mengantuk sebelum mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Soekarno-Hatta, tepat di depan Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Rabu (29/7/2026). Kecelakaan itu merenggut satu korban jiwa dan melukai satu orang lainnya.
AS mengaku baru menyelesaikan pengisian tabung LPG di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Setelah itu, ia mengarahkan truk menuju kawasan Taman Kopo Indah (TKI), Kota Bandung.
Saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta, AS kehilangan konsentrasi hingga truk melaju tanpa kendali dan menghantam sejumlah kendaraan di depannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Baru selesai ngisi tabung dari SPBE mau ke Taman Kopo Indah. Ya, ngantuk, namanya juga musibah. Pas nabrak enggak sadar, gelap saja. Tiba-tiba sudah di sini,” kata AS.
Sopir Mengemudi Seorang Diri
AS mengatakan dirinya mengemudikan truk tanpa kernet. Ia menjalankan seluruh perjalanan seorang diri hingga kecelakaan terjadi.
Meski AS mengakui sempat mengantuk, penyidik belum menetapkan penyebab utama kecelakaan. Polisi masih mengumpulkan bukti, memeriksa saksi, dan mencocokkan hasil olah tempat kejadian perkara.
Truk Menghantam Mobil, Motor, dan Gerobak
Truk yang dikemudikan AS menghantam sedikitnya lima mobil, empat sepeda motor, dan dua gerobak milik warga.
Benturan keras merusak sejumlah kendaraan. Toyota Calya dan Honda Brio mengalami kerusakan paling parah setelah menerima benturan langsung dari truk.
Empat sepeda motor juga mengalami kerusakan. Selain itu, truk menyeruduk dua gerobak yang berada di pinggir jalan.
Warga sekitar segera membantu korban, memindahkan sepeda motor dari badan jalan, dan mengamankan barang-barang yang berserakan di lokasi kejadian.
Polisi Evakuasi Kendaraan
Petugas kepolisian bersama tim gabungan langsung mengevakuasi kendaraan yang rusak agar arus lalu lintas kembali lancar.
Petugas juga memasang garis polisi, mengatur lalu lintas, dan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di lokasi.
Kecelakaan itu sempat memicu kemacetan panjang karena banyak pengendara memperlambat laju kendaraan untuk melihat proses evakuasi.
Korban Jalani Perawatan
Tim medis segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan RSUD Bandung Kiwari.
Data sementara menunjukkan satu orang meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya menjalani perawatan akibat luka-luka.
Hingga kini, polisi belum mengumumkan identitas korban meninggal maupun perkembangan kondisi korban yang terluka.
Polisi Dalami Penyebab Kecelakaan
Penyidik Satlantas Polrestabes Bandung terus mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Tim penyidik memeriksa kondisi truk, meminta keterangan dari AS dan sejumlah saksi, serta menganalisis jejak pengereman di lokasi kejadian.
Polisi akan menggunakan seluruh hasil pemeriksaan itu untuk memastikan penyebab kecelakaan dan menentukan langkah hukum berikutnya. ***(Chq)






