Indonesia Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Siap Ikut Menentukan Masa Depan AI Global

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

KABAR PAJAJARAN– Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Pemerintah menandatangani dokumen pendirian organisasi tersebut di Shanghai, China. Langkah itu memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tingkat global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pemerintah untuk bergabung sebagai pendiri WAICO. Karena itu, Indonesia memperoleh kesempatan lebih besar untuk ikut menentukan arah pengembangan AI dunia.

Airlangga menjelaskan status sebagai negara pendiri memberi Indonesia akses lebih awal terhadap pembahasan AI. Dengan begitu, pemerintah dapat mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menyampaikan kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Status sebagai negara pendiri memberi Indonesia akses awal terhadap pembahasan perkembangan AI,” kata Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (17/7/2027).

Indonesia Ambil Peran Lebih Besar

Pemerintah tidak hanya ingin memanfaatkan AI. Sebaliknya, Indonesia juga ingin ikut menyusun aturan dan tata kelola AI di tingkat internasional.

Airlangga menegaskan pemerintah mendorong pengembangan AI yang inklusif dan bertanggung jawab. Selain itu, pemerintah ingin memastikan teknologi tersebut memberi manfaat bagi seluruh negara.

Komitmen tersebut sejalan dengan pesan Presiden China Xi Jinping. Ia mengajak seluruh negara membangun AI melalui kerja sama internasional. Sementara itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penguasaan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing nasional.

Indonesia Ikut Menentukan Kebijakan AI

Status sebagai negara pendiri membuka peluang besar bagi Indonesia. Pemerintah dapat ikut menyusun kebijakan global. Pemerintah juga bisa berkontribusi dalam pengembangan kelembagaan WAICO.

Tak hanya itu, Indonesia berpeluang memperjuangkan kepentingan negara berkembang. Langkah tersebut membuat kebijakan AI menjadi lebih inklusif.

Airlangga menilai peluang itu sangat penting. Sebab, AI akan memengaruhi sektor industri, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.

Puluhan Negara Bergabung

Sebanyak 29 negara menandatangani dokumen pendirian WAICO. Lima negara ASEAN ikut bergabung, yakni Indonesia, Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Laos.

Selain negara ASEAN, organisasi tersebut juga melibatkan negara dari kawasan Eurasia, BRICS, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Pendaftaran sebagai negara pendiri masih berlangsung hingga 31 Juli. Oleh karena itu, jumlah anggota WAICO masih berpotensi bertambah.

Indonesia Dorong AI yang Inklusif

Pemerintah juga ingin memanfaatkan WAICO untuk mengurangi kesenjangan digital. Dengan demikian, manfaat AI dapat dirasakan lebih merata oleh berbagai negara.

Airlangga menegaskan Indonesia akan aktif berbagi pengalaman. Kemudian, pemerintah akan memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan AI. Langkah itu sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs).

AI Jadi Motor Ekonomi Digital

Pemerintah menilai AI mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai US$130 miliar pada 2027. Selanjutnya, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi US$366 miliar pada 2030.

Pemerintah terus menjalankan transformasi digital melalui program Industri 4.0. Di sisi lain, pemerintah juga menyusun roadmap nasional AI agar pemanfaatannya lebih terarah.

Roadmap tersebut akan membantu dunia usaha meningkatkan produktivitas. Bahkan, pemerintah berharap AI mampu menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi.

Pada akhirnya, keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO memperkuat posisi nasional dalam ekosistem AI global. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga ikut menentukan arah pengembangan AI yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat dunia. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Robot Humanoid Agibot Buktikan Kemampuan di Pabrik Tablet, Jalankan Produksi Selama 64 Jam Nonstop
OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mengobrol Senatural Manusia
Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan
WhatsApp Mulai Gulirkan Fitur Username di Indonesia, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP
Bukan Lagi Pakai Listrik, China Kini Kembangkan Chip Berbasis Cahaya untuk AI
Agen AI dan Bot Kuasai Internet Dunia, Trafiknya Lampaui Aktivitas Manusia
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam
Tak Lagi Andalkan Elektron, China Kembangkan Teknologi Komputasi Berbasis Cahaya

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:00 WIB

Indonesia Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Siap Ikut Menentukan Masa Depan AI Global

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:18 WIB

Robot Humanoid Agibot Buktikan Kemampuan di Pabrik Tablet, Jalankan Produksi Selama 64 Jam Nonstop

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:25 WIB

OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mengobrol Senatural Manusia

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:00 WIB

Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:50 WIB

WhatsApp Mulai Gulirkan Fitur Username di Indonesia, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP

Berita Terbaru