Bandung, Kabar Pajajaran – TBI Team Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Ksatria Nusantara PBTI Series 4 Jawa Barat. Kejuaraan berlangsung di GOR Bandung Arena pada 3–5 Juli 2026.
Tim asuhan Sabeum Nim Sapto Suprapto berhasil meraih Juara Umum 1 kategori Pemula setelah mengoleksi 19 medali emas. Selain itu, para atlet juga tampil impresif pada kategori Prestasi dengan membawa pulang 3 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu.
Dengan demikian, TBI Team Bandung kembali membuktikan konsistensinya dalam mencetak atlet berprestasi di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejuaraan Jadi Ajang Pembinaan Atlet
International Ksatria Nusantara PBTI Series 4 merupakan kejuaraan taekwondo berstatus Grade B. Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Road to 8th Asian Indonesia Open Championship 2026.
Panitia mempertandingkan nomor Kyorugi, Tag Team, Poomsae Recognized, dan Poomsae Freestyle. Sementara itu, atlet yang berlaga berasal dari kategori Pra Cadet, Cadet, Junior, hingga Senior.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan antaratlet. Namun, kejuaraan ini juga menjadi wadah pembinaan sekaligus evaluasi hasil latihan para atlet dari berbagai daerah.
Diikuti Ratusan Kontingen
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Panitia menyediakan kuota bagi 2.000 atlet. Jumlah itu terdiri atas 1.300 atlet kategori Pemula dan 700 atlet kategori Prestasi.
Hingga pelaksanaan kejuaraan, sebanyak 172 kontingen telah mendaftar. Mereka bertanding dalam 354 kelas pertandingan selama tiga hari.
Tak hanya itu, kategori Senior Prestasi juga memperebutkan wild card menuju 8th Asian Indonesia Open Championship 2026 berstatus G2. Kesempatan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk tampil maksimal.
Ketua Pelatih Apresiasi Atlet dan Orang Tua
Ketua Pelatih TBI Team Bandung, Sabeum Nim Sapto Suprapto, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet. Menurutnya, kerja keras selama latihan mulai membuahkan hasil yang membanggakan.
“Alhamdulillah, prestasi anak-anak terus meningkat. Kami berharap mereka bisa bersaing pada ajang yang lebih tinggi, mulai dari POPDA, Kejurda, hingga PON. Mereka memiliki potensi besar untuk berkembang,” ujar Sapto.
Lebih lanjut, Sapto menegaskan bahwa dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam proses pembinaan atlet.
“Dukungan orang tua menjadi kekuatan utama bagi kami. Tanpa dukungan mereka, pembinaan tidak akan berjalan maksimal. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih dan ofisial yang tetap solid serta terus menjaga kekompakan tim,” katanya.
Siap Menatap Kejuaraan Berikutnya
Keberhasilan di Bandung menjadi modal berharga bagi TBI Team Bandung. Karena itu, seluruh atlet akan terus meningkatkan kemampuan melalui program latihan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, tim akan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan tingkat daerah, nasional, hingga internasional. Target tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi.
Pada akhirnya, pencapaian di International Ksatria Nusantara PBTI Series 4 membuktikan bahwa kerja keras, pembinaan yang konsisten, serta dukungan orang tua mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan bagi TBI Team Bandung. ***(Chq)



![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)

