Kota Cirebon, Kabar Pajajaran – Kirab Budaya Mahkota Binokasih Napaktilas Padjadjaran di Kota Cirebon berlangsung meriah dan memukau ribuan warga yang memadati jalur kirab, Jumat malam (10/5/2026).
Berbagai pertunjukan seni tradisional ditampilkan dalam kirab bertema Mahkota Bertahta Cinta tersebut. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah penampilan putri-putri Keraton Kasepuhan dengan kostum megah saat membawakan Tari Bedaya.
Selain itu, para pengawal kerajaan dengan busana tradisional khas keraton turut memperkuat nuansa budaya dan sejarah sepanjang jalannya kirab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: KDM Siapkan Wajah Baru Alun-alun Karawang, Akan Disulap Jadi Kawasan Kota Tua Bernuansa Sunda
Tidak hanya pertunjukan tari, penonton juga dibuat kagum oleh atraksi Binaraga Jebor Jatiwangi yang dibawakan para pria bertubuh kekar asal Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Menariknya, para peserta atraksi tersebut merupakan buruh pabrik genteng tradisional yang mempertontonkan kekuatan fisik dengan membawa tumpukan genteng layaknya barbel.
Kirab budaya juga menghadirkan Mahkota Binokasih yang diarak dari kawasan Taman Pedati Gede menuju Keraton Kasepuhan Cirebon.
Baca juga: Mahasiswa ITB yang Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat
Ribuan warga tampak antusias menyaksikan arak-arakan budaya hingga pertunjukan seni di panggung utama Alun-alun Keraton Kasepuhan.
Dedi Mulyadi mengapresiasi antusiasme masyarakat Cirebon serta keterlibatan tiga keraton yang turut menampilkan kekayaan budaya daerah.
“Nanti malam Minggu tanggal 16 Mei kita akan mengikuti kegiatan di Bandung, lalu malam Senin ada drama kolosal di Gedung Sate,” ujar KDM.
Menurutnya, kirab budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi jembatan antara sejarah dan masa depan.
“Kita berbicara masa depan tetapi tidak boleh melupakan sejarah masa lalu,” tegasnya.
Baca juga: Dinkes DKI Isolasi Pasien Suspek Hantavirus, Tiga Kasus Lain Sudah Sembuh
KDM juga menilai kirab budaya menjadi bukti nyata kekayaan budaya Sunda yang masih terjaga hingga kini, termasuk keberadaan Prasasti Batu Tulis dan Mahkota Binokasih sebagai peninggalan sejarah penting.
Kirab di Cirebon terasa semakin istimewa dengan kehadiran peserta seni budaya dari Jakarta, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes yang ikut memeriahkan acara.
Setelah Cirebon, rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda dijadwalkan berlanjut ke Kota Bandung.***(BePe)






