KABAR PAJAJARAN – Kirab Mahkota Binokasih kembali bergerak malam ini, Selasa (5/5/2026), di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebelumnya, rombongan memulai perjalanan Napak Tilas Pajajaran sejak 2 Mei 2026. Selanjutnya, kirab akan terus melintasi berbagai daerah hingga mencapai puncak acara di Kota Bandung.
Kirab Dimulai Pukul 19.30 WIB
Malam ini, panitia memulai kirab pukul 19.30 WIB. Rombongan menempuh jarak sekitar dua kilometer selama kurang lebih dua jam. Pertama, peserta berangkat dari Korem 062/Tarumanagara. Setelah itu, iring-iringan melewati Jalan Bratayuda dan Jalan Ahmad Yani. Akhirnya, rombongan tiba di Bale Dewa Niskala.
Sementara itu, Garut menampilkan Pencak Silat Garutan sebagai kesenian utama. Selain menjadi hiburan, pertunjukan ini menegaskan identitas budaya Tatar Sunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian Jadwal Kirab Mahkota Binokasih 2026
Kirab terus berpindah dari satu daerah ke daerah lain. Berikut jadwal lengkapnya:
- Sumedang – 2 Mei 2026
Keraton Sumedang Larang menuju Pemda Sumedang. - Ciamis – 3 Mei 2026
Alun-alun Kawali menuju Astana Gede Kawali. - Tasikmalaya – 4 Mei 2026
Universitas Cipasung menuju Kantor Bupati Tasikmalaya. - Garut – 5 Mei 2026
Korem Garut menuju Pendopo Garut. - Cianjur – 6 Mei 2026
Taman Prawatasari menuju Pendopo Cianjur. - Bogor – 8 Mei 2026
Kebun Raya Bogor menuju Prasasti Batutulis. - Karawang – 9 Mei 2026
SDN Pulo Kelapa II menuju Makam Syekh Quro. - Cirebon – 10 Mei 2026
Bale Jaya Dewata menuju Alun-alun Sangkala Buana. - Bandung – 16 Mei 2026
Monumen Perjuangan menuju Gedung Sate.
Puncak Acara Digelar di Gedung Sate
Pada tahap akhir, panitia menggelar puncak acara bertema “Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda.” Acara berlangsung di Parkir Barat Gedung Sate pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 20.00–00.00 WIB. Nantinya, pertunjukan kolosal akan menampilkan sejarah dan nilai luhur Sunda.
Menariknya, seniman Sudjiwo Tedjo dan Tri Utami akan memandu acara. Oleh karena itu, masyarakat diperkirakan memadati lokasi.
Namun demikian, panitia mengingatkan bahwa jadwal dapat berubah sesuai kondisi lapangan. Meski begitu, kirab tetap menjadi momentum penting untuk merawat warisan budaya Sunda. ***(Chq)






