Polda Jabar Sita 668 Ribu Butir OKT dan OOT, Polisi Tegaskan Tak Ada Ruang Bagi Pengedar

Senin, 13 April 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar menyita 99.000 butir obat keras terbatas dari seorang warga Aceh yang tinggal di wilayah Jakarta.(Dok Humas Polda Jabar)

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar menyita 99.000 butir obat keras terbatas dari seorang warga Aceh yang tinggal di wilayah Jakarta.(Dok Humas Polda Jabar)

BANDUNGPolda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat bersama jajaran Satresnarkoba di berbagai wilayah terus menggencarkan pemberantasan narkoba. Sepanjang Januari hingga April 2026, aparat berhasil menyita beragam jenis narkotika dan obat-obatan, termasuk 668.328 butir obat keras terbatas (OKT) dan obat-obatan tertentu (OOT).

Jumlah OKT dan OOT yang disita menjadi sorotan publik karena dinilai sangat besar. Dalam beberapa waktu terakhir, peredaran obat-obatan tersebut juga ramai diperbincangkan setelah muncul sejumlah aksi penindakan terhadap tempat penjualannya, mulai dari penembakan menggunakan kembang api hingga penyiraman terhadap pembeli. Kondisi ini sempat memunculkan dugaan adanya pihak yang membekingi peredaran obat-obatan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menegaskan pihaknya tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Jawa Barat. Ia menekankan dampak peredaran OKT dan OOT sangat berbahaya karena menyasar pelajar hingga anak jalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dampaknya luar biasa, karena yang diserang itu golongan pelajar, anak muda, bahkan anak jalanan. Dengan uang Rp5–10 ribu, mereka diiming-imingi khayalan yang berujung pada kematian yang lambat,” ujarnya di Mapolda Jabar, Senin (13/4/2026).

Hendra menegaskan pengungkapan ratusan ribu butir OKT dan OOT membuktikan keseriusan kepolisian dalam memberantas peredarannya. Ia juga membantah keras isu adanya pihak yang membekingi praktik tersebut.

“Kami sangat intensif melakukan penindakan. Terkait beking, itu tidak benar. Jika terbukti, kami akan tangkap,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Albert RD, mengimbau masyarakat aktif melaporkan peredaran OKT, OOT, maupun narkoba lainnya. Ia meminta warga tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Barang bukti yang kami amankan berasal dari laporan masyarakat. Mari kita antisipasi bersama tanpa perlu main hakim sendiri, cukup laporkan kepada kami,” kata Albert.

Ia kembali memastikan tidak ada pihak yang membekingi peredaran obat-obatan tersebut. “Tidak ada. Saya pastikan tidak ada,” pungkasnya. ***(chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Jadi ke-544 Kota Bogor, Wagub Jabar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
Cuaca Bandung dan Jawa Barat Hari Ini, Kamis 4 Juni 2026: Langit Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari
Kejari Bandung Hentikan Kasus Korupsi, Status Tersangka Erwin dan Rendiana Gugur
Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut, KDM: Jangan Hanya Puas pada Administrasi
KDM Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib, Bonus Juara dari Hasil Penjualan Sapi Pribadi
Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Dolar Menguat, Kontraktor Enggan Ikut Tender Proyek Jalan
Reaktivasi Bandara Husein Diprediksi Perkuat Arus Wisatawan Mancanegara ke Bandung
KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Digital, Diskominfo Jabar Siapkan Evaluasi Berkala

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:00 WIB

Hari Jadi ke-544 Kota Bogor, Wagub Jabar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:00 WIB

Cuaca Bandung dan Jawa Barat Hari Ini, Kamis 4 Juni 2026: Langit Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore Hari

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:00 WIB

Kejari Bandung Hentikan Kasus Korupsi, Status Tersangka Erwin dan Rendiana Gugur

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:00 WIB

Pemprov Jabar Raih Opini WTP ke-15 Berturut-turut, KDM: Jangan Hanya Puas pada Administrasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:00 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Dolar Menguat, Kontraktor Enggan Ikut Tender Proyek Jalan

Berita Terbaru