Wapres Gibran Tinjau Workshop Literasi AI ASEAN di Kabupaten Bandung

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau kegiatan Workshop AI Ready ASEAN di SMP Plus Muthahari, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026), yang diikuti ratusan siswa untuk meningkatkan literasi kecerdasan artifisial dan teknologi digital. Foto: Humas Jabar

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau kegiatan Workshop AI Ready ASEAN di SMP Plus Muthahari, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026), yang diikuti ratusan siswa untuk meningkatkan literasi kecerdasan artifisial dan teknologi digital. Foto: Humas Jabar

Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meninjau kegiatan Workshop AI Ready ASEAN bertema “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di SMP Plus Muthahari, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 siswa dan bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kunjungan ini juga selaras dengan pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia unggul, percepatan transformasi digital, serta peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Kapolri Apresiasi Kebijakan Dedi Mulyadi Larang Siswa Naik Motor ke Sekolah

Dalam sambutannya, Gibran menekankan pentingnya pengenalan teknologi sejak dini agar generasi muda Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi global.

Menurutnya, kunjungan ke sejumlah sekolah di Jawa Barat bertujuan mendorong siswa untuk lebih mengenal teknologi seperti AI, robotika, hingga pengembangan minat di bidang digital.

“Kita fokus mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengenalkan AI, pelajaran robotik. Tadi di salah satu sekolah juga dikenalkan ekstrakurikuler yang fokus ke e-sport. Bahkan ada game yang bisa dipertandingkan di kompetisi tingkat internasional,” ujar Gibran.

Ia menambahkan, teknologi AI kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Baca juga: Mudik Lebaran 1447 H, Dedi Mulyadi Siapkan Kompensasi untuk Sopir Angkot, Becak, dan Andong di Jalur Mudik

“Intinya penggunaan AI ini penting sekali untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. Tapi di satu sisi kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etikanya,” jelasnya.

Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada ASEAN Foundation dan Google.org yang telah mendukung penyelenggaraan program literasi AI bagi pelajar di Indonesia.

“Terima kasih kepada ASEAN Foundation dan Google.org atas dukungannya untuk anak-anak kita. Kita tidak ingin anak-anak kita ketinggalan dalam perkembangan teknologi, khususnya AI,” kata Gibran.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga berdialog dengan para siswa. Salah satunya Mirza Ali Musyafa yang menanyakan dampak lingkungan dari perkembangan teknologi AI, khususnya terkait penggunaan sumber daya air untuk operasional pusat data.

Baca juga: BMKG Peringatkan Kemarau Panjang 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Menanggapi hal tersebut, Gibran menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Yang namanya kemajuan zaman pasti ada plus minusnya terhadap lingkungan. Tantangannya adalah mencari titik tengah. Teknologi harus berkembang, tetapi keberlanjutan lingkungan juga harus tetap diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam mengatakan program Workshop AI Ready ASEAN bertujuan memperluas kesempatan bagi pelajar untuk memahami teknologi AI sekaligus memanfaatkannya secara bertanggung jawab.

“Kami percaya setiap pelajar berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial. Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan memberi dampak positif bagi komunitasnya,” kata Piti.

Program ini merupakan inisiatif ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org yang bertujuan meningkatkan literasi AI bagi pelajar di kawasan Asia Tenggara.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Berita Terbaru