Transportasi darat menjadi andalan wisatawan saat bepergian ke luar negeri. Namun, laporan terbaru menunjukkan tidak semua pengalaman naik taksi berjalan mulus. Tiga negara ASEAN tercatat memiliki jumlah keluhan penipuan taksi tertinggi di kawasan.
Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan asuransi perjalanan asal Inggris, AllClear, menganalisis lebih dari 450 unggahan dan sekitar 30.000 komentar di forum Reddit terkait pengalaman penipuan taksi. Hasil riset tersebut turut diberitakan media Vietnam, VN Express, pada Kamis (26/2/2026).
Thailand dan Vietnam Masuk 3 Besar Dunia
Berdasarkan hasil penghitungan, Thailand menempati peringkat ketiga dunia dengan 2.169 keluhan. Di bawahnya, Vietnam mencatat 1.741 keluhan. Sementara Filipina berada di posisi ke-13 global dengan 840 keluhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara global, Turki menjadi negara dengan keluhan terbanyak (4.224 komentar), disusul India (2.301 komentar).
Thailand yang sangat bergantung pada sektor pariwisata justru menjadi sorotan utama. Banyak wisatawan mengeluhkan pengemudi taksi yang enggan menyalakan argo dan menetapkan tarif berdasarkan negosiasi sepihak. Dalam banyak kasus, turis mengaku dikenakan harga jauh di atas tarif normal.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa penipuan taksi dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, terutama jika pengunjung terlihat tidak familiar dengan harga lokal,” ujar Letitia Smith, Kepala Komunikasi AllClear, seperti dikutip media Inggris The Independent.
Modus Berbeda di Vietnam dan Filipina
Di Vietnam, praktik yang kerap dikeluhkan adalah penggelembungan tarif, terutama di kota-kota besar seperti Hanoi dan Ho Chi Minh. Wisatawan asing kerap dianggap sebagai target empuk karena dianggap tidak mengetahui tarif standar.
Filipina menghadapi keluhan serupa. Turis menyoroti ketidaktransparanan tarif dan biaya tambahan yang muncul tanpa penjelasan sejak awal perjalanan.
Menurut Smith, wisatawan perlu melakukan langkah pencegahan sebelum menggunakan taksi di luar negeri.
“Untuk melindungi diri Anda saat naik taksi di luar negeri, penting untuk selalu memeriksa berapa tarif lokal sebelum masuk ke kendaraan. Jika terjadi penipuan, segera laporkan ke badan pengatur yang berwenang,” tambahnya.
Reputasi Pariwisata Jadi Taruhan
Lonjakan wisata global pascapandemi membuat isu keamanan dan transparansi layanan transportasi kembali menjadi perhatian. Praktik tarif tidak wajar bukan hanya merugikan turis secara finansial, tetapi juga berpotensi merusak citra destinasi wisata.
Di tengah persaingan ketat industri pariwisata regional, transparansi dan pengawasan layanan transportasi dinilai menjadi faktor krusial untuk menjaga kepercayaan wisatawan internasional. ***Chokie






