Bandung, Kabar Pajajaran – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan angkutan kota (angkot) tetap beroperasi meski layanan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya atau Metro Jabar Trans (MJT) mulai dibangun pada 2026 mendatang.
Farhan menegaskan, keberadaan BRT justru akan diperkuat dengan peran angkot sebagai feeder atau angkutan pengumpan dari kawasan permukiman menuju koridor utama BRT.
“Angkot mah enggak akan hilang. Angkot akan menjadi feeder,” ujar Farhan, Rabu (28/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, jalur khusus yang akan digunakan BRT nantinya tetap sama dengan koridor Metro Jabar Trans yang sudah ada saat ini. Dengan begitu, pola dasar transportasi di Kota Bandung tidak mengalami perubahan signifikan.
“Jalurnya tetap sama seperti TMP. Jadi bukan mau ngubah jalur. Angkot tetap jadi feeder lewat jalur-jalur yang telah ditentukan,” paparnya.
Terkait masih banyaknya angkot tua yang beroperasi, Farhan mengatakan Pemkot Bandung akan segera berkoordinasi dengan tiga koperasi angkot, yakni Kopamas, Kobutri, dan Kobanter, untuk membahas program peremajaan armada.
Ia mendorong agar peremajaan tersebut diarahkan pada penggunaan angkot listrik yang sebelumnya telah diluncurkan Pemkot Bandung.
“Kalau mau peremajaan, sebaiknya mulai berpikir untuk memanfaatkan angkot listrik yang pernah di-launching beberapa bulan lalu,” katanya.
Menurut Farhan, angkot listrik tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kembali minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
“Pemanfaatan angkot listrik ini akan memberi peluang untuk menarik minat warga naik angkot lagi,” pungkasnya. ***Anton
















