Pencarian Korban Longsor Arjasari Masih Nihil di Hari Kelima

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor di kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Dok. Istimewa)

Longsor di kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. (Dok. Istimewa)

Kabupaten Bandung, Kabar Pajajaran – Memasuki hari kelima pencarian korban terdampak bencana tanah longsor Arjasari, Kabupaten Bandung masih nihil. Tiga orang korban yang merupakan warga sekitar diduga tertimbun sejak longsor terjadi di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan, Arjasari, Kabupaten Bandung pada Jumat (5/12/2205).

Kendati pencarian korban longsor Arjasari belum membuahkan hasil, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan puluhan relawan masih terus melakukan upaya untuk dapat menemukan tiga korban.

“Kami telah mengupayakan pencarian yang terus dilaksanakan. Secara teknis pencarian PIC-nya di Basarnas. Kami BPBD Kabupaten Bandung dibackup oleh BPBD Provinsi,” kata Diki Sudrajat, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Selasa (9/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diki menjelaskan, sebelumnya terdapat empat warga tertimbun saat bencana longsor terjadi. Namun satu diantaranya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami luka berat. Dengan demikian, pencarian saat ini dilakukan para petugas terhadap tiga warga lainnya.

Di hari kelima pencarian, petugas masih menemukan tantangan, diantaranya ketebalan tanahnya g diperkirakan mencapai 3-5 meter yang membuat proses pencarian lebih berat. Bahkan K9 yang diterjunkan pun, kata Diki, belum mampu mengendus keberadaan.

“Menurut Basarnas, ketebalan tanah antara 3-5 meter, K9 juga belum bisa mengendus keberadaan jenazah,” jelasnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, TNI dan Polri masing-masing menerjunkan 40 personel, Basarnas 14 personel, relawan 25 personel, serta unsur masyarakat yang mencapai 25 orang. Namun di lapangan, kata Diki, penerjunan ke lokasi pencarian disesuaikan dengan arahan Basarnas.

“Penyelamatan dan pencarian itu arahan dari Basarnas, karena beberapa teknis harus safety, jangan menyelamatkan korban menjadi korban,” ujarnya.

Upaya pencarian juga menurutnya harus memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi cuaca. Untuk itu BPBD Kabupaten Bandung terus melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, pihaknya kini menerjunkan tim dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi untuk melakukan mitigasi longsor Arjasari. Hasilnya akan dijadikan rujukan para petugas dalam melanjutkan operasi pencarian.

“Hasil PVMBG itu nantinya jadi dasar kaitan dengan pencarian dan penyelamatan, apakah aman atau bagaimana. Tapi menurut kasat mata masih rawan juga,” terang Diki.

Hingga kini tercatat sebanyak 5 rumah tertimbun material longsor. Untuk mencegah bertambahnya korban, sebanyak 196 kepala keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mahasiswa Mabuk Tabrak Polisi hingga Tewas di Bandung, Dua Prajurit TNI Ada di Dalam Mobil
PPPK Bandung Barat Kembali Disorot, Diduga Main Padel Saat WFH
KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran
Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029
WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor
Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan
Jawa Barat Catat PHK Tertinggi di Indonesia, Buruh Garmen Cimahi Jadi Korban Terbaru
Pemkot Bandung Wajibkan Warga Pilah Sampah Sebelum TPPAS Legok Nangka Beroperasi

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:00 WIB

PPPK Bandung Barat Kembali Disorot, Diduga Main Padel Saat WFH

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

KAI Daop 2 Bandung Kembalikan Operasional Kereta Normal Usai Gempa Pangandaran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pemkot Bandung Siapkan 100 Truk Sampah untuk Operasional TPPAS Legok Nangka pada 2029

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:01 WIB

WFH ASN Jawa Barat Berlanjut, Dedi Mulyadi Utamakan Hasil Kerja Dibanding Kehadiran di Kantor

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Kecelakaan Beruntun di Ciwidey, Truk Batu Bara Mundur Akibat Patah As Tabrak Lima Kendaraan

Berita Terbaru