BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Sektor pariwisata dan transportasi Jawa Barat menunjukkan tren pertumbuhan positif menjelang akhir triwulan III-2026. Peningkatan aktivitas penerbangan, terutama melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, turut mendorong kinerja sektor tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat, jumlah penumpang penerbangan internasional di wilayah ini meningkat 92,02 persen secara bulanan pada September 2026.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan bahwa pengalihan sejumlah rute penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu faktor utama peningkatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gangguan operasional akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong pemindahan sejumlah jadwal penerbangan, termasuk penerbangan jemaah umrah, menuju Bandara Kertajati.
“Utamanya terjadi lonjakan drastis di Bandara Kertajati yang tak hanya reguler Singapura,” kata Margaretha, dikutip dari Antara, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, pengalihan rute tersebut turut meningkatkan aktivitas penerbangan internasional di Jawa Barat.
Bandara Kertajati Catat Peningkatan Wisatawan Asing
Selain melayani penerbangan umrah, Bandara Kertajati juga mencatat kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).
BPS Jabar mencatat sebanyak 305 kunjungan wisman melalui bandara tersebut selama September 2026. Wisatawan asal Singapura mendominasi kedatangan dengan kontribusi mencapai 52,79 persen.
Peningkatan ini memperlihatkan peran Bandara Kertajati dalam mendukung konektivitas internasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan pariwisata di wilayah Jawa Barat.
Penumpang Pesawat Domestik Melonjak 63,22 Persen
Pertumbuhan sektor transportasi juga terlihat pada penerbangan domestik.
BPS Jabar mencatat volume penumpang pesawat domestik mencapai 18.093 orang selama September 2026. Angka tersebut meningkat 63,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung menjadi penyumbang utama pertumbuhan tersebut.
Bandara ini melayani sebanyak 17.829 penumpang setelah sejumlah rute penerbangan komersial domestik kembali beroperasi.
Kembalinya layanan penerbangan dari Bandung memberikan tambahan pilihan transportasi bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.
Whoosh Layani Ratusan Ribu Wisatawan Asing
Moda transportasi kereta cepat Whoosh juga menunjukkan kontribusi terhadap mobilitas wisatawan di Jawa Barat.
Berdasarkan catatan BPS, jumlah kedatangan warga negara asing (WNA) yang menggunakan kereta cepat Whoosh mencapai 144.746 kunjungan secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026.
Angka tersebut menunjukkan bahwa transportasi berbasis kereta cepat turut mendukung pergerakan wisatawan dan konektivitas kawasan perkotaan di Jawa Barat.
Perjalanan Wisatawan Nusantara Tembus 166 Juta
Di tengah peningkatan aktivitas transportasi, pariwisata domestik Jawa Barat juga mencatat pertumbuhan yang cukup kuat.
BPS Jabar mencatat total perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Jawa Barat mencapai 166,23 juta perjalanan hingga September 2026.
Jumlah tersebut tumbuh 4,86 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati menyebut kawasan Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya masih menjadi tujuan favorit wisatawan domestik.
Kedua kawasan tersebut menyumbang 52,56 persen dari seluruh perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Barat.
Tingginya aktivitas wisata di dua kawasan itu memperlihatkan besarnya potensi pasar pariwisata domestik Jawa Barat.
Pertumbuhan perjalanan wisatawan, peningkatan jumlah penumpang pesawat, serta mobilitas pengguna kereta cepat menjadi indikator positif bagi sektor pariwisata dan transportasi Jawa Barat sepanjang 2026. ***(Chq)






