BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadirkan aplikasi Jabar Merawat melalui platform Sapa Warga. Aplikasi ini membuka akses pengaduan bagi warga yang mengalami masalah pelayanan rumah sakit.
Pemprov Jabar menyediakan fasilitas tersebut untuk membantu masyarakat mencari solusi. Terutama saat pasien menghadapi kendala ketika membutuhkan layanan kesehatan.
Dedi mengatakan, pemerintah daerah telah bekerja sama dengan 86 rumah sakit. Kerja sama itu mencakup rumah sakit di Jawa Barat dan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, sejumlah warga masih mengeluhkan pelayanan rumah sakit mitra pemerintah. Karena itu, Dedi meminta masyarakat memanfaatkan Jabar Merawat.
“Kami paham bahwa kerja sama Pemprov Jabar dan Pemkab dan Pemkot se-Provinsi Jawa Barat dalam upaya melayani masyarakat di 86 rumah sakit di Provinsi Jawa Barat dan di Jakarta pasti dalam pelaksanaannya kami melihat masih ada keluhan, masih ada masalah-masalah yang dihadapi,” ujar Dedi melalui Instagram pribadinya, Selasa (3/11/2026).
Jabar Merawat Jadi Tempat Pengaduan Pasien
Aplikasi Jabar Merawat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan. Warga dapat melapor sebelum menjalani perawatan maupun saat berada di rumah sakit.
Dedi ingin masyarakat lebih mudah mencari bantuan. Pemerintah juga ingin segera mengetahui persoalan yang menghambat pelayanan pasien.
“Untuk itu agar warga mendapat kemudahan layanan dan apabila menghadapi masalah bisa mencari tempat mengadu untuk menyelesaikan masalah tersebut saat akan dirawat atau sedang dirawat,” tegasnya.
Warga Bisa Mengadu Jika Rumah Sakit Menolak Pasien
Dedi juga menyoroti persoalan penolakan pasien. Terutama ketika rumah sakit tersebut sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah.
Melalui Jabar Merawat, warga dapat melaporkan kejadian tersebut. Pemerintah membuka saluran ini agar masyarakat memiliki tempat untuk menyampaikan keluhan.
“Aplikasi Jabar Merawat di Sapa Warga ini adalah tempat untuk menyampaikan keluhan ketika ada layanan rumah sakit yang sudah kerja sama tapi masih menghadapi hambatan bahkan ditolak,” katanya.
Pemprov Jabar Gandeng 86 Rumah Sakit
Sebelumnya, Pemprov Jabar menjalin kerja sama dengan 86 rumah sakit. Program ini membantu warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan.
Pemerintah juga menyasar masyarakat yang menghadapi kendala biaya pengobatan. Terutama ketika BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya perawatan mereka.
Kerja sama tersebut melibatkan tujuh rumah sakit milik Pemprov Jabar. Selain itu, ada 79 rumah sakit lain yang ikut bergabung.
Kelompok rumah sakit tersebut mencakup rumah sakit rujukan pemerintah pusat, RSUD, dan rumah sakit swasta. Mereka tersebar di Jawa Barat dan Jakarta.
Dedi Mulyadi Minta Pemerintah Hadir untuk Rakyat
Dedi berharap Jabar Merawat membantu seluruh warga Jawa Barat. Termasuk masyarakat yang sedang berada di Jakarta.
Ia ingin warga memperoleh kemudahan saat membutuhkan layanan kesehatan. Pemerintah juga membuka akses pengaduan ketika pasien menghadapi masalah.
“Dan ini cara kami untuk memberikan kemudahan bagi seluruh warga Jawa Barat baik yang berada di Provinsi Jawa Barat maupun yang berada di Jakarta,” ujarnya.
Dedi sebelumnya menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah saat rakyat menghadapi kesulitan.
“Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).
Melalui Jabar Merawat, Pemprov Jabar ingin memperkuat pelayanan kesehatan. Aplikasi ini juga memberi kesempatan kepada warga untuk menyampaikan keluhan secara langsung. ***(cHQ)






