CIANJUR, KABAR PAJAJARAN – Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Dody Muhammad Pasha (21), meninggal dunia setelah kolaps saat mengikuti ITB Ultra Marathon 2026 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026). Tim medis segera memberikan pertolongan dan membawa Dody ke rumah sakit. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Dody menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Kepergiannya pun membawa duka bagi keluarga, civitas akademika, panitia, dan komunitas alumni ITB.
Kronologi Mahasiswa ITB Kolaps di Cianjur
Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Lokasi kejadian berada di sekitar kawasan Pesantren Al-Ittihad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat melintasi jalur tersebut, Dody tiba-tiba terjatuh dan kehilangan kesadaran di pinggir jalan. Pengguna jalan dan petugas lintasan kemudian menemukan mahasiswa itu dan segera meminta bantuan.
Selanjutnya, tim medis bersama dokter perlombaan mendatangi lokasi untuk memberikan pertolongan darurat. Setelah melakukan penanganan awal, mereka membawa Dody menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur.
Tim medis berupaya menyelamatkan nyawa Dody melalui penanganan intensif. Namun, nyawa mahasiswa tersebut tidak tertolong dan pihak rumah sakit menyatakan Dody meninggal dunia.
Keluarga Pulangkan Jenazah Dody ke Jambi
Setelah menerima kabar duka, keluarga mengurus pemulangan jenazah Dody ke kampung halamannya di Jambi. Pada Sabtu malam, petugas RSUD Sayang Cianjur menerima jenazah untuk menjalani proses pemulasaraan.
Teknisi Forensik RSUD Sayang Cianjur, Ghifar, mengatakan bahwa keluarga meminta petugas melakukan formalin sebagai persyaratan perjalanan udara menuju Jambi.
“Kami menerima kiriman jenazah, dan atas permintaan pihak keluarga diminta untuk memformalin sebagai persyaratan perjalanan ke Jambi,” kata Ghifar.
Kemudian, keluarga mempersiapkan keberangkatan jenazah menuju Jambi. Pada Minggu (18/10/2026), perwakilan Humas dan FTTM ITB mendampingi proses pemulangan tersebut. Keluarga juga menjadwalkan pemakaman Dody pada Senin (19/10/2026).
Panitia ITB Ultra Marathon 2026 Sampaikan Belasungkawa
Kabar meninggalnya Dody turut mengundang perhatian pimpinan ITB, panitia perlombaan, dan ikatan alumni. Mereka mendatangi rumah sakit untuk mendampingi keluarga korban yang datang dari Jakarta.
Ketua Panitia ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Dody. Ia juga mewakili seluruh panitia untuk menyampaikan rasa duka atas kepergian mahasiswa tersebut.
“Atas nama seluruh panitia ITB Ultra Marathon 2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Dody Muhammad Pasha,” ujar Aleks.
Selain menyampaikan dukacita, perwakilan kampus turut mendampingi keluarga dalam proses pemulangan jenazah. Kehadiran mereka menjadi bentuk perhatian civitas akademika ITB kepada keluarga almarhum.
ITB Ultra Marathon 2026 Tempuh Rute 180 Kilometer
ITB Ultra Marathon 2026 menempuh rute Jakarta–Bandung sepanjang 180 kilometer. Panitia memulai perlombaan melalui seremoni flag off di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, pada Jumat (16/10/2026) malam.
Tahun ini, sebanyak 5.216 peserta mengikuti ajang lari jarak jauh tersebut. Panitia menyediakan kategori individu serta empat kategori estafet, yakni relay 2, relay 4, relay 8, dan relay 16.
Selanjutnya, para peserta melanjutkan perjalanan menuju garis finis di Kampus ITB Ganesha, Bandung. Panitia menutup rangkaian perlombaan pada Minggu (18/10/2026).
Tidak hanya berfokus pada olahraga, ITB Ultra Marathon 2026 juga membawa misi sosial. Melalui kegiatan ini, penyelenggara mendorong pengabdian kepada masyarakat, termasuk penyediaan fasilitas air bersih dan pengelolaan sampah.
Dengan demikian, ajang tersebut menggabungkan tantangan olahraga jarak jauh dengan kepedulian sosial. Di tengah rangkaian kegiatan itu, kabar meninggalnya Dody menjadi duka mendalam bagi keluarga besar ITB dan seluruh pihak yang terlibat. ***






