Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa demonstrasi 27 Agustus telah mulai berkunpul di area sekitar depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026). (Sumber: KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

Massa demonstrasi 27 Agustus telah mulai berkunpul di area sekitar depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026). (Sumber: KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya meminta pengendara mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat.

Imbauan itu menyusul rencana aksi penyampaian pendapat yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 6 Oktober hingga Kamis, 8 Oktober 2026.

Mengutip informasi dari akun resmi TMC Polda Metro Jaya di Instagram, aksi tersebut akan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi meminta masyarakat memperhitungkan kondisi lalu lintas sebelum melintasi kawasan kompleks parlemen.

Jalan Gatot Subroto Berpotensi Padat

Kehadiran massa aksi berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Gedung DPR/MPR RI.

Salah satu ruas yang perlu mendapat perhatian pengendara yakni Jalan Gatot Subroto arah Slipi. Ruas tersebut berada tepat di depan kompleks parlemen.

Dalam peta panduan lalu lintas yang dibagikan TMC Polda Metro Jaya, ruas Jalan Gatot Subroto tersebut mendapat tanda garis merah.

Polisi meminta pengendara yang menuju kawasan Senayan dan Slipi mengantisipasi perubahan kondisi lalu lintas selama aksi berlangsung.

Polisi Siapkan Jalur Alternatif

Polda Metro Jaya juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurangi dampak kepadatan.

Pengendara dapat mempertimbangkan rute melalui Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, Palmerah, hingga Pejompongan.

Masyarakat dapat memilih jalur tersebut apabila kondisi lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI mulai mengalami kepadatan.

Namun, polisi mengingatkan bahwa kondisi lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu. Jumlah massa dan perkembangan aksi akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengaturan arus kendaraan.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tidak berlaku secara permanen selama aksi berlangsung.

Petugas akan menyesuaikan pengaturan arus kendaraan dengan kondisi di lapangan. Polisi juga dapat mengubah jalur kendaraan jika situasi membutuhkan penanganan khusus.

Karena itu, pengendara yang memiliki aktivitas di kawasan Senayan, Jalan Gatot Subroto, dan sekitarnya perlu menyiapkan waktu perjalanan lebih panjang.

Pengendara juga dapat memilih waktu keberangkatan lain atau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari antrean kendaraan.

Pengendara Diminta Ikuti Arahan Polisi

Polisi meminta masyarakat mengikuti arahan petugas ketika melintasi kawasan yang terdampak aksi.

Pengendara juga perlu memantau informasi terbaru mengenai kondisi lalu lintas sebelum berangkat.

Dengan langkah tersebut, masyarakat dapat mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama aksi penyampaian pendapat di sekitar Gedung DPR/MPR RI pada 6-8 Oktober 2026. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut
Prabowo Tegaskan Akan Cabut Izin Korporasi yang Terbukti Terlibat Karhutla
Anak Krakatau Tumbuh Pesat, PVMBG Pastikan Kondisinya Masih Aman

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi

Rabu, 23 September 2026 - 17:24 WIB

Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km

Berita Terbaru