Pemprov Jabar Tunda Bayar Proyek Rp621 Miliar: Ini Alasan dan Dampaknya bagi Kontraktor

Kamis, 8 Januari 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2025 masih belum menerima pembayaran. Ilustrasi: freepik.com

Sejumlah kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2025 masih belum menerima pembayaran. Ilustrasi: freepik.com

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Sejumlah kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2025 masih belum menerima pembayaran. Nilai tunggakan tersebut mencapai sekitar Rp621 miliar karena realisasi pendapatan daerah tidak sesuai target hingga akhir tahun anggaran, sehingga terjadi tunda bayar.

Kepala Sekretariat Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan dari target pendapatan APBD 2025 yang dipasang tinggi, realisasinya hanya mencapai 94,37 % atau kurang sekitar 5,63 % dari target. Akibatnya, Pemprov Jabar tidak memiliki cukup dana untuk membayar sebagian pekerjaan yang sudah diselesaikan kontraktor pada akhir 2025.

Herman menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi kurangnya realisasi pendapatan, termasuk pemangkasan transfer daerah serta target Pajak Kendaraan Bermotor yang tidak tercapai. Menurutnya, meskipun pendapatan belum memenuhi target, hal itu tidak lantas berarti kinerja pendapatan buruk, tetapi mencerminkan dinamika target yang tinggi dan kondisi ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Tragedi Bocah 5 Tahun Tersengat Listrik, Sang Ayah Ungkap Kronologi Sebenarnya

Akibatnya, dan sesuai kebijakan anggaran, pembayaran pekerjaan tersebut ditunda sampai awal tahun 2026. Sekda menegaskan bahwa pihak kontraktor telah diinformasikan sejak awal, memahami kondisi tersebut, dan telah ada kesepakatan bersama untuk penyelesaian pembayarannya pada tahun anggaran berikutnya. Herman menambahkan, penundaan ini merupakan bagian dari proses penutupan anggaran 2025 sesuai ketentuan.

Dampak dari kebijakan tunda bayar telah menjadi pembahasan di DPRD Jawa Barat. Wakil Ketua DPRD Iwan Suryawan mengatakan masalah ini sudah dibahas bersama pihak pemerintah daerah, dengan penekanan pada pentingnya menjaga kepercayaan kontraktor dan masyarakat serta memastikan penyelesaian pembayaran pada 2026.

Secara lebih rinci, nilai Rp621 miliar ini berasal dari berbagai proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh sejumlah dinas seperti Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang serta Dinas Perhubungan dan beberapa instansi lainnya.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru