Biodiesel B50 Tak Merusak Mesin, ESDM Beberkan Fakta Pengembangannya

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sambil memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama acara pengujian B50, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal sebagai B50, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi risiko yang timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Foto: Seorang teknisi laboratorium berpose untuk foto sambil memegang sebotol bahan bakar biodiesel sawit 50% selama acara pengujian B50, seiring Indonesia berencana untuk menaikkan tingkat pencampuran wajib untuk biodiesel berbasis sawit dari 40% menjadi 50%, standar yang dikenal sebagai B50, yang merupakan bagian dari rencana pemerintah yang lebih luas untuk mengurangi risiko yang timbul dari perang Iran, di Lembang, Provinsi Jawa Barat, 21 April 2026. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah memastikan biodiesel B50 aman digunakan pada berbagai jenis kendaraan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahan bakar tersebut tidak merusak mesin karena telah melewati riset dan pengujian yang panjang.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan pemerintah tidak menyusun kebijakan B50 secara mendadak. Tim peneliti menjalankan pengembangan biodiesel selama hampir dua dekade sebelum pemerintah menerapkannya secara nasional.

Menurut Dwi, proses panjang itu menjadi bukti bahwa pemerintah mengutamakan aspek keamanan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan B50.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan Dimulai Sejak 2008

Program biodiesel nasional dimulai pada 2008 melalui penerapan B2,5. Setelah itu, Kementerian ESDM meningkatkan kadar campuran biodiesel secara bertahap menjadi B10, B20, B30, B35, B40, hingga akhirnya mencapai B50.

Setiap tahapan selalu melewati pengujian teknis. Tim pengembang memeriksa kualitas bahan bakar, performa mesin, konsumsi bahan bakar, emisi, serta ketahanan komponen kendaraan.

Selain itu, para peneliti mengevaluasi hasil uji sebelum memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kadar campuran biodiesel. Langkah tersebut menjaga kualitas bahan bakar sekaligus memastikan kendaraan tetap bekerja secara optimal.

Dwi mengakui sebagian masyarakat masih meragukan penggunaan biodiesel dengan kandungan minyak sawit yang lebih tinggi. Namun, hasil pengujian menunjukkan B50 tetap aman digunakan.

Pengujian Mencakup Berbagai Sektor

Kementerian ESDM memperluas pengujian agar hasilnya semakin lengkap. Tim menguji sepeda motor, mobil penumpang, kendaraan niaga, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, kereta api, kapal, hingga pembangkit listrik.

Rangkaian uji tersebut menghasilkan data yang menjadi dasar penerapan B50. Hasil evaluasi juga menunjukkan biodiesel B50 mampu memberikan performa yang lebih baik dibandingkan B40.

Temuan itu memperkuat keyakinan pemerintah untuk menerapkan B50 secara nasional.

Dukung Ketahanan Energi Nasional

Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan implementasi penuh biodiesel B50. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Kebijakan itu bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil. Di sisi lain, program B50 juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis minyak sawit.

Selain memperkuat kemandirian energi, implementasi B50 diharapkan meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional. Program tersebut juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan mandat biodiesel berbasis sawit tertinggi di dunia.

Pemerintah optimistis penggunaan B50 akan mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi sektor energi dan industri nasional. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Berita Terbaru