BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Barat Terjadi pada Agustus 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau - Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Jawa Barat diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan pola normalnya (Google)

Ilustrasi Kemarau - Musim kemarau tahun 2026 di wilayah Jawa Barat diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan pola normalnya (Google)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di Jawa Barat akan terjadi pada Agustus 2026. Saat ini, sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, sudah memasuki musim kemarau.

Fungsional Pengamat Meteorologi dan Geofisika Muda BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Yuni Yulianti, mengatakan fenomena El Nino akan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia sepanjang musim kemarau tahun ini.

Menurut Yuni, El Nino berpotensi menurunkan curah hujan sehingga sejumlah wilayah di Jawa Barat menghadapi musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG Bantah Istilah El Nino Godzilla

Yuni menegaskan BMKG tidak mengenal istilah El Nino Godzilla dalam klasifikasi resmi. BMKG hanya membagi fenomena El Nino ke dalam tiga kategori, yaitu lemah, moderat, dan kuat.

Ia menjelaskan bahwa El Nino muncul ketika suhu permukaan laut di kawasan Pasifik ekuator mengalami peningkatan di atas kondisi normal. Kondisi tersebut mengurangi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia dan menekan peluang terjadinya hujan.

Pada 2026, BMKG memperkirakan El Nino berada pada kategori moderat dengan kecenderungan menuju kuat. Meski demikian, karakter moderat masih mendominasi fenomena tersebut.

Bandung Raya Hadapi Kemarau Lebih Kering

BMKG memperkirakan Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Selain menghadapi penurunan curah hujan, sejumlah wilayah di Jawa Barat juga berpotensi mengalami musim kemarau yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini dapat memengaruhi berbagai sektor, terutama pertanian dan pengelolaan sumber daya air.

Petani Perlu Menyesuaikan Pola Tanam

BMKG meminta petani mulai menyesuaikan pola tanam agar dapat mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan. Petani juga perlu memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap keterbatasan air.

Di sisi lain, pemerintah daerah dan pengelola irigasi perlu memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau. Mereka juga perlu mengoptimalkan waduk, embung, serta saluran irigasi untuk menjaga kebutuhan air masyarakat.

Masyarakat Diminta Menghemat Air

BMKG mengajak masyarakat menggunakan air secara lebih bijak selama musim kemarau. Selain itu, warga perlu menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan.

Yuni mengingatkan bahwa musim kemarau tidak menghentikan hujan sepenuhnya. Hujan masih dapat turun di beberapa wilayah, tetapi frekuensi dan intensitasnya jauh lebih rendah dibandingkan musim penghujan.

Karena itu, BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca dan iklim agar dapat mengantisipasi dampak musim kemarau sejak dini. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Berita Terbaru