KABAR PAJAJARAN – Kopi menjadi minuman favorit banyak orang untuk memulai aktivitas pagi. Selain membantu meningkatkan fokus dan mengurangi rasa kantuk, kopi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan ginjal.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah wajar dapat membantu menjaga fungsi ginjal. Kebiasaan ini juga berkaitan dengan penurunan risiko terbentuknya batu ginjal.
Namun, manfaat tersebut bergantung pada jumlah konsumsi dan kondisi kesehatan setiap orang. Karena itu, para ahli tetap menyarankan masyarakat mengonsumsi kopi sesuai batas aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berkaitan dengan Fungsi Ginjal yang Lebih Baik
Medical Editor Mayo Clinic, Donald D. Hensrud, menyebut peminum kopi memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis.
Menurut dia, kopi berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit Parkinson, penyakit hati, beberapa jenis kanker, batu ginjal, dan batu empedu. Konsumsi kopi juga berhubungan dengan angka kematian yang lebih rendah.
Temuan serupa muncul dalam penelitian yang terbit di jurnal Nephrology Dialysis Transplantation pada 2018. Peneliti melibatkan lebih dari 4.800 orang dewasa yang menderita penyakit ginjal kronis di Amerika Serikat.
Tim peneliti mengelompokkan peserta berdasarkan jumlah asupan kafein harian. Mereka kemudian memantau kondisi peserta selama lima tahun.
Hasil penelitian menunjukkan peserta yang mengonsumsi lebih banyak kafein memiliki risiko kematian lebih rendah dibanding kelompok dengan asupan kafein paling sedikit. Peneliti mencatat penurunan risiko tersebut berada pada kisaran 22 hingga 26 persen.
Dapat Menekan Risiko Batu Ginjal
Kopi juga berpotensi membantu mencegah terbentuknya batu ginjal. National Kidney Foundation menjelaskan bahwa kafein memiliki efek diuretik alami.
Efek tersebut mendorong tubuh memproduksi lebih banyak urine. Kondisi ini membantu mengurangi penumpukan mineral di saluran kemih.
Ketika volume urine meningkat, tubuh lebih mudah membuang zat yang berpotensi membentuk kristal. Karena itu, risiko terbentuknya batu ginjal dapat menurun.
Beberapa kajian kesehatan juga menemukan bahwa peminum kopi cenderung mengalami risiko batu ginjal yang lebih rendah dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.
Tetap Perhatikan Batas Konsumsi
Meski menawarkan sejumlah manfaat, kopi tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Para ahli menyarankan orang dewasa sehat membatasi asupan kafein hingga 400 miligram per hari.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi seduh. Konsumsi yang melebihi batas dapat memicu berbagai keluhan kesehatan.
Kafein berlebihan dapat menyebabkan sulit tidur, rasa cemas, jantung berdebar, dan peningkatan tekanan darah dalam jangka pendek. Risiko tersebut lebih besar pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan bahan tambahan dalam kopi. Gula, sirup, dan krimer dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori serta gula harian.
Kondisi tersebut dapat memicu obesitas dan diabetes. Padahal, kedua penyakit itu menjadi faktor risiko utama gangguan ginjal.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat memilih kopi dengan tambahan gula secukupnya. Sementara itu, penderita penyakit ginjal, hipertensi, atau penyakit kronis lain sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi kopi. ***(Ant)






