Indonesia Nomor Satu! Warganya Paling Takut Lapangan Kerja Hilang karena AI

Senin, 1 Juni 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

KABAR PAJAJARAN – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) terus melaju dengan cepat dan mulai memengaruhi berbagai sektor pekerjaan di dunia. Seiring meningkatnya kemampuan AI dalam menjalankan tugas-tugas yang sebelumnya dikerjakan manusia, kekhawatiran masyarakat terhadap masa depan dunia kerja pun semakin besar.

Lembaga riset asal Prancis, Ipsos, mengungkap temuan tersebut dalam laporan Predictions Report 2026. Survei yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 7 November 2025 itu melibatkan 23.642 responden dewasa dari 30 negara.

Hasil survei menunjukkan sebanyak 67 persen responden percaya AI berpotensi menghilangkan banyak lapangan pekerjaan di masa depan. Angka tersebut naik dibandingkan survei tahun sebelumnya yang berada di level 64 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia menjadi negara dengan tingkat kekhawatiran tertinggi terkait dampak AI terhadap pekerjaan. Sebanyak 76 persen responden Indonesia mengaku cemas teknologi AI akan menggantikan peran manusia di tempat kerja. Angka tersebut sama dengan Singapura yang juga mencatat tingkat kekhawatiran sebesar 76 persen.

Temuan ini menunjukkan masyarakat di Asia Tenggara semakin memperhatikan dampak transformasi digital terhadap dunia kerja. Banyak pekerja mulai mempertanyakan bagaimana perkembangan teknologi akan memengaruhi profesi mereka dalam beberapa tahun ke depan.

Selain Indonesia dan Singapura, sejumlah negara lain juga mencatat tingkat kekhawatiran yang tinggi. Kolombia, Turki, dan Prancis menempati posisi berikutnya dengan angka 73 persen. Sementara itu, Malaysia, Afrika Selatan, dan Australia mencatat tingkat kekhawatiran sebesar 72 persen.

Peru berada di posisi kesembilan dengan 70 persen responden yang mengaku khawatir terhadap dampak AI. Adapun Britania Raya melengkapi daftar 10 besar dengan tingkat kekhawatiran mencapai 69 persen.

Daftar 10 Negara yang Paling Khawatir AI Menghilangkan Pekerjaan

  1. Indonesia – 76 persen
  2. Singapura – 76 persen
  3. Kolombia – 73 persen
  4. Turki – 73 persen
  5. Prancis – 73 persen
  6. Malaysia – 72 persen
  7. Afrika Selatan – 72 persen
  8. Australia – 72 persen
  9. Peru – 70 persen
  10. Britania Raya – 69 persen

Ipsos menyusun survei ini dengan melibatkan responden dari berbagai kelompok usia di setiap negara. Sebagian besar negara menyumbang sekitar 500 hingga 1.000 responden, sementara India menjadi negara dengan jumlah responden terbesar, yakni sekitar 2.200 orang.

Meski AI menawarkan efisiensi dan produktivitas yang lebih tinggi, hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa banyak masyarakat masih memandang teknologi ini sebagai tantangan besar bagi masa depan pekerjaan. Karena itu, pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri perlu mempercepat peningkatan keterampilan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan perubahan yang dibawa AI. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indonesia Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Siap Ikut Menentukan Masa Depan AI Global
Robot Humanoid Agibot Buktikan Kemampuan di Pabrik Tablet, Jalankan Produksi Selama 64 Jam Nonstop
OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mengobrol Senatural Manusia
Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan
WhatsApp Mulai Gulirkan Fitur Username di Indonesia, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP
Bukan Lagi Pakai Listrik, China Kini Kembangkan Chip Berbasis Cahaya untuk AI
Agen AI dan Bot Kuasai Internet Dunia, Trafiknya Lampaui Aktivitas Manusia
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:00 WIB

Indonesia Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Siap Ikut Menentukan Masa Depan AI Global

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:18 WIB

Robot Humanoid Agibot Buktikan Kemampuan di Pabrik Tablet, Jalankan Produksi Selama 64 Jam Nonstop

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:25 WIB

OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mengobrol Senatural Manusia

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:00 WIB

Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:50 WIB

WhatsApp Mulai Gulirkan Fitur Username di Indonesia, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP

Berita Terbaru