China Kembangkan Antena Satelit Lipat “Payung Luar Angkasa” untuk Internet Satelit Generasi Baru

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustras payung lipat yang bisa mengorbit di angkasa buatan Galaxy Space. (GlobalTimes)

Foto: Ilustras payung lipat yang bisa mengorbit di angkasa buatan Galaxy Space. (GlobalTimes)

BEIJING, KABAR PAJAJARAN — Perusahaan antariksa swasta China, Galaxy Space, memperkenalkan antena satelit berbentuk payung lipat untuk memperkuat layanan internet satelit generasi baru. Perusahaan itu menargetkan satelit orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO) untuk teknologi ini.

Galaxy Space menamai teknologi tersebut “space umbrella” atau payung luar angkasa. Antena ini melipat saat peluncuran roket dan membuka otomatis setelah satelit mencapai orbit.

Perusahaan itu mengembangkan antena ini untuk mendukung komunikasi, navigasi, pemetaan Bumi, dan layanan internet satelit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus pada Internet Langsung ke Ponsel

Galaxy Space mengarahkan teknologi ini untuk sistem direct-to-cell. Sistem ini menghubungkan satelit langsung ke smartphone tanpa ketergantungan penuh pada BTS darat.

Teknologi ini bekerja seperti layanan milik SpaceX melalui jaringan Starlink.

Direct-to-cell membantu pengguna di daerah terpencil mendapatkan akses internet. Sistem ini juga menjaga komunikasi tetap berjalan saat bencana merusak jaringan seluler.

Desain Lipat Hemat Ruang Roket

Galaxy Space memilih desain payung lipat untuk menghemat ruang di dalam roket. Antena satelit biasanya berukuran besar agar bisa memancarkan dan menerima sinyal lebih kuat.

Namun, roket memiliki ruang terbatas. Karena itu, insinyur Galaxy Space merancang antena yang dapat dilipat sangat kecil sebelum peluncuran.

Perusahaan itu menyebut antena tersebut memiliki diameter sekitar satu meter. Dalam kondisi terlipat, ukurannya hanya sebesar casing komputer kecil.

Desain ini memungkinkan roket membawa lebih banyak satelit dalam satu peluncuran.

Klaim Performa Lebih Tinggi

Galaxy Space mengklaim antena “payung luar angkasa” memberikan konektivitas hingga 10 kali lebih kuat dibanding antena mekanis Q/V-band generasi sebelumnya.

Perusahaan itu juga mengembangkan teknologi pembentukan mesh terintegrasi untuk mempercepat produksi antena satelit. Teknologi ini menggantikan metode anyaman manual yang selama ini digunakan.

Galaxy Space menyebut metode baru ini meningkatkan efisiensi produksi lebih dari 70 persen.

Dengan inovasi ini, China mempercepat pengembangan industri antariksa modern untuk bersaing di pasar internet satelit global.

Facebook Comments Box

Sumber Berita: Global Times, Orbital Today

Berita Terkait

Riset Anthropic: AI Bisa “Panik” Saat Hadapi Tekanan
Friendster Muncul Lagi di App Store, Tawarkan Cara Berteman Tanpa Iklan dan Algoritma
Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat
Elon Musk Bikin Geger: 3 Tahun Lagi AI Bakal Kalahkan Otak Manusia?
Sempat Diblokir, Komdigi Kini Pulihkan Akses Wikimedia Commons
Pindah ke Facebook, Kreator Konten Bisa Digaji Rp50 Juta per Bulan!
7 Jam Sehari di HP, Remaja Lebih Mudah Alami Gangguan Makan
Demi Efisiensi AI, Meta Dikabarkan Siapkan PHK Massal

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

China Kembangkan Antena Satelit Lipat “Payung Luar Angkasa” untuk Internet Satelit Generasi Baru

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

Riset Anthropic: AI Bisa “Panik” Saat Hadapi Tekanan

Senin, 27 April 2026 - 11:05 WIB

Friendster Muncul Lagi di App Store, Tawarkan Cara Berteman Tanpa Iklan dan Algoritma

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:59 WIB

Elon Musk Bikin Geger: 3 Tahun Lagi AI Bakal Kalahkan Otak Manusia?

Berita Terbaru

Nasional

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB