Kirab Karnaval Binokasih Meriahkan Milangkala Tatar Sunda, Mahkota Diarak 3 Km di Sumedang

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Kencana Untuk Mengikuti Karnaval Mahkota binokasih (Foto Kabar Pajajaran)

Kereta Kencana Untuk Mengikuti Karnaval Mahkota binokasih (Foto Kabar Pajajaran)

SUMEDANG, KABAR PAJAJARAN — Rangkaian Milangkala Tatar Sunda resmi dimulai melalui Karnaval Binokasih yang digelar Sabtu (2/5/2026). Pemerintah daerah bersama berbagai pihak mengawal jalannya hari pertama kegiatan budaya tersebut dengan persiapan matang sejak pagi hingga malam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, memastikan prosesi awal berjalan lancar. Ia menjelaskan bahwa Keraton Sumedang Larang telah menyerahkan Mahkota Binokasih kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada Sabtu sore.

Menurut Adi, panitia langsung menggelar kirab budaya pada malam hari. Rombongan mengarak Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang menuju Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sejauh kurang lebih tiga kilometer. Sepanjang rute, panitia menghadirkan tarian tradisional, pembacaan sajak, serta berbagai pertunjukan seni khas Sunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Panitia melibatkan sekitar 1.000 personel untuk menyukseskan kirab. Mereka membagi peserta ke dalam 13 kelompok pasukan berkuda. Setiap kelompok memegang peran berbeda, mulai dari pembawa janur, pembawa payung kebesaran, hingga pasukan pengawal kuda.

Gubernur Dedi Mulyadi menunggang kuda bersama sejumlah pejabat daerah untuk mengawal kereta kencana yang membawa Mahkota Binokasih. Di belakang rombongan pejabat, para punggawa Keraton Sumedang Larang tampil mengenakan busana khas tentara kerajaan. Setelah itu, 27 tim kesenian dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat turut memeriahkan arak-arakan dengan atribut budaya daerah masing-masing.

Panitia mensterilkan jalur kirab sejak sore hari. Mereka menerapkan rekayasa lalu lintas agar masyarakat dapat menyaksikan prosesi dengan aman dan nyaman. Dengan panjang rute sekitar tiga kilometer, rombongan kirab diperkirakan mencapai titik akhir dalam waktu 90 menit.

Adi menegaskan, kegiatan budaya ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi masyarakat tentang nilai sejarah dan kebudayaan Sunda. Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen memperkuat pembangunan manusia melalui pelestarian budaya.

“Kami berharap masyarakat bisa memetik nilai penting dari kirab budaya Karnaval Binokasih ini,” ujarnya. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Berita Terbaru