Kuota TPA Penuh, Bandung Hentikan Pengiriman Sampah Akhir Pekan dan Dorong Pengolahan di Wilayah

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPA Sarimukti tampak atas (Dok Humas Jabar)

TPA Sarimukti tampak atas (Dok Humas Jabar)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN — Pemerintah Kota Bandung menghentikan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti setiap akhir pekan. Kebijakan ini mulai berlaku rutin karena kuota pembuangan mingguan sudah habis sebelum akhir pekan tiba.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan kuota pengangkutan sampah kota hanya cukup hingga Kamis setiap pekan. Pemerintah baru bisa kembali mengirim sampah ke TPA pada hari Senin.

TPS Ditutup, Wilayah Wajib Olah Sampah Mandiri

Pemkot langsung menutup seluruh Tempat Pembuangan Sementara (TPS) pada Jumat hingga Minggu. Pemerintah meminta lurah, RT, dan RW mengintensifkan pengolahan sampah di lingkungan masing-masing selama periode tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Farhan meminta aparat kewilayahan segera berkoordinasi untuk memastikan sampah tidak menumpuk. Ia menegaskan masyarakat tidak lagi bisa mengirim sampah ke TPS selama akhir pekan sehingga pengelolaan harus dilakukan di tingkat komunitas.

Ketergantungan ke TPA Masih Tinggi

Kebijakan ini sekaligus menyoroti tingginya ketergantungan Bandung terhadap skema angkut-buang. Pemkot mengakui kapasitas pengolahan sampah mandiri masih terbatas.

Saat ini, kota baru mampu mengelola sekitar 22 persen dari total produksi sampah harian atau sekitar 400 ton per hari. Sisa sampah yang mencapai sekitar 980 ton per hari masih bergantung pada pembuangan ke TPA Sarimukti.

Menurut Farhan, kuota mingguan pembuangan ke TPA sudah habis setiap Kamis karena volume sampah yang sangat besar. Kondisi ini memaksa pemerintah mempercepat perubahan pola pengelolaan sampah berbasis wilayah dan rumah tangga.

Pemkot Bandung menilai kebijakan penghentian pengiriman akhir pekan menjadi langkah darurat sekaligus dorongan agar masyarakat mulai beralih ke pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah dari sumbernya.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru