Karnaval Binokasih Digelar Keliling Jabar, KDM Ingin Spirit Kesundaan Bangkit Kembali

Kamis, 30 April 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menggelar rangkaian Karnaval Binokasih sebagai agenda budaya lintas daerah di sejumlah wilayah Jawa Barat mulai awal Mei 2026. Foto: Humas Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menggelar rangkaian Karnaval Binokasih sebagai agenda budaya lintas daerah di sejumlah wilayah Jawa Barat mulai awal Mei 2026. Foto: Humas Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menggelar rangkaian Karnaval Binokasih sebagai agenda budaya lintas daerah di sejumlah wilayah Jawa Barat mulai awal Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan pengembangan tradisi Keraton Sumedang yang kini diintegrasikan menjadi agenda budaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar memiliki dampak dan gaung yang lebih luas.

“Kalau Karnaval Binokasih, kita mulai tanggal 2 Mei di Sumedang. Tradisi dari Keraton Sumedang itu sekarang diintegrasikan dengan Pemprov supaya gaungnya lebih besar,” ujar Dedi di Bandung, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Telusuri Jejak Sejarah Sunda

Rangkaian karnaval akan bergerak dari satu daerah ke daerah lain dengan membawa narasi sejarah dan budaya Sunda.

Perjalanan dimulai di Sumedang pada 2 Mei, lalu berlanjut ke Kawali di Kabupaten Ciamis yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali.

Selanjutnya rombongan akan menuju Kampung Naga, kemudian ke Cianjur, sebelum melanjutkan perjalanan ke Bogor melalui jalur Batutulis hingga Kebun Raya Bogor.

Karnaval juga akan terintegrasi dengan Hari Jadi Kota Depok, dilanjutkan ke Karawang menuju Pesantren Syekh Quro, dan ditutup di kawasan Kasepuhan, Cirebon.

Bukan Sekadar Seremonial

Menurut KDM, Karnaval Binokasih bukan hanya agenda budaya biasa, tetapi memiliki makna strategis untuk mengingatkan masyarakat terhadap sejarah Sunda.

“Maknanya satu, mengingatkan tentang sejarah Sunda, dari Kawali sampai terbentuknya Kasultanan Cirebon,” katanya.

Selain aspek budaya, kegiatan ini juga diharapkan mendorong kesadaran menjaga lingkungan dan mempercepat penataan kawasan yang dilalui rombongan karnaval.

Akan Jadi Agenda Tahunan

KDM memastikan sejumlah titik yang dilalui karnaval akan mendapat perhatian pembangunan, mulai dari renovasi kawasan bersejarah, peningkatan fasilitas wisata budaya, hingga penataan infrastruktur dan lingkungan.

“Pokoknya Jawa Barat nanti yang bersih bukan hanya Kota Bandung, seluruh wilayah Jawa Barat harus bersih,” tegasnya.

Ke depan, Karnaval Binokasih direncanakan menjadi agenda budaya tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru