ASN Jabar Terapkan WFH-WFA Usai Lebaran, Sekda Tegaskan: Bukan Libur

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital disertai layanan perpustakaan keliling selama penataan kawasan Lapangan Gasibu dan Gedung Sate. (Foto: Humas Jabar)

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital disertai layanan perpustakaan keliling selama penataan kawasan Lapangan Gasibu dan Gedung Sate. (Foto: Humas Jabar)

Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai menerapkan kebijakan work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) usai libur Lebaran 2026. Namun demikian, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan kebijakan tersebut bukan berarti hari libur.

Ia memastikan seluruh ASN tetap bekerja dan menjalankan tugasnya meski tidak berada di kantor. Bahkan, pada hari pertama kerja, Herman langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi.

“Hari ini hari pertama masuk kerja pasca cuti Lebaran. Saya sendiri ada di Gedung Sate untuk cek, ricek, dan kroscek kondisi,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tetap Kerja, Output Harus Jelas

Lebih lanjut, Herman menekankan bahwa fleksibilitas lokasi kerja tidak mengurangi tanggung jawab ASN. Sebaliknya, setiap pegawai tetap harus menghasilkan kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, hasil kerja atau output, outcome, hingga dampak manfaat (benefit impact) harus tetap jelas. Oleh karena itu, ASN tidak boleh menganggap kebijakan ini sebagai kesempatan untuk bersantai.

“Bekerja dari mana pun yang penting hasilnya jelas. Ini bukan libur, tetapi bekerja dari berbagai tempat,” tegasnya.

Mengacu Aturan Pusat

Di sisi lain, kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Kementerian PAN-RB terkait penyesuaian sistem kerja ASN setelah libur Idulfitri. Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menindaklanjuti aturan tersebut melalui surat edaran Sekda.

Sebagai bentuk pengawasan, Herman juga memastikan pemerintah daerah akan terus memantau kinerja ASN selama periode kebijakan berlangsung.

Layanan Publik Harus Tetap Berjalan

Selain menjaga kinerja internal, Herman juga mengingatkan pentingnya pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan seluruh unit layanan publik harus tetap beroperasi normal.

Misalnya, kantor Samsat di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tetap memberikan pelayanan seperti biasa. Dengan demikian, masyarakat tidak akan terganggu meski ASN bekerja secara fleksibel.

Fokus pada Tiga Tugas Utama

Lebih jauh, Herman menegaskan pemerintah daerah harus tetap menjalankan tiga fungsi utama, yaitu pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pelayanan publik.

Untuk memastikan hal tersebut berjalan optimal, Pemprov Jabar akan melakukan pengawasan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Berlaku Hingga 27 Maret

Adapun kebijakan kerja fleksibel ini berlaku selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Maret 2026. Pemerintah menerapkan aturan ini sebagai langkah mengurangi kepadatan arus balik Lebaran.

Meski demikian, Herman kembali mengingatkan bahwa periode tersebut tetap merupakan hari kerja. Oleh sebab itu, setiap ASN wajib menjaga disiplin dan mencapai target kerja yang telah ditetapkan.

“Sekali lagi, ini bukan hari libur. Ini hari kerja, jadi harus akuntabel dan semua target individu harus tercapai,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,89 Persen, Belanja Pemerintah Jadi Motor Penggerak
Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:22 WIB

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,89 Persen, Belanja Pemerintah Jadi Motor Penggerak

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Berita Terbaru