Tak jarang, suasana penuh kemenangan ini membuat kita khilaf atau ‘lapar mata’. Alhasil, berat badan melonjak dan tubuh terasa lemas karena kolesterol atau gula darah yang tidak terkontrol.

Agar silaturahmi tetap nyaman tanpa dihantui rasa begah, berikut adalah rangkuman tips cerdas mengatur pola makan saat Lebaran agar badan tetap bugar:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Strategi ‘Porsi Kecil’ Sejak Awal

Kunci utama menghindari kekenyangan berlebih adalah pengendalian diri sejak sendokan pertama. Ambillah makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Dengan porsi yang tidak langsung menggunung, tubuh memiliki kesempatan untuk menyesuaikan rasa kenyang secara perlahan. Ingat, mencicipi semua hidangan boleh saja, asalkan volumenya tetap dijaga.

2. ‘Pre-load’ dengan Air Putih

Sebelum tangan meraih piring, pastikan Anda meminum segelas air putih terlebih dahulu. Air putih berfungsi memberikan sinyal awal kenyang ke lambung, sehingga nafsu makan Anda lebih terkendali. Trik sederhana ini sangat efektif mencegah Anda tergoda mengambil porsi “balas dendam” setelah berpuasa sebulan penuh.

3. Pilih Urutan Makan yang Bijak

Jangan langsung menyerbu makanan bersantan atau tinggi lemak. Mulailah dengan menu yang lebih ringan dan berserat, seperti sayuran atau buah-buahan. Serat akan membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga saat mencicipi hidangan berat seperti rendang atau ketupat, Anda tidak akan mengonsumsinya secara berlebihan.

4. Seni Mengunyah Perlahan

Tahukah Anda bahwa otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari perut? Oleh karena itu, kunyahlah makanan secara perlahan. Menikmati setiap suapan tidak hanya membuat makanan terasa lebih nikmat, tetapi juga memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk bekerja optimal dan mengirimkan sinyal “cukup” ke otak tepat pada waktunya.

5. Disiplin Jadwal Makan Utama

Banyak orang melewatkan waktu makan siang karena merasa sudah kenyang ngemil kue lebaran, atau sebaliknya, sengaja tidak makan agar bisa makan besar di malam hari. Padahal, menjaga jadwal makan tetap teratur sangat penting. Melewatkan waktu makan utama justru akan memicu lonjakan rasa lapar yang membuat Anda makan tak terkendali di sesi berikutnya.

Menjaga pola makan saat hari raya bukan berarti membatasi kebahagiaan. Justru dengan tubuh yang sehat dan bugar, momen bermaaf-maafan dan berkeliling ke rumah kerabat akan terasa lebih maksimal tanpa drama gangguan kesehatan. ***(Ant)