Demi Efisiensi AI, Meta Dikabarkan Siapkan PHK Massal

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Meta

Logo Meta

Kabar Pajajaran – Perusahaan teknologi Meta Platforms dikabarkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar yang berpotensi memengaruhi sekitar 20 persen dari total karyawannya.

Kabar tersebut disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui rencana internal perusahaan kepada Reuters. Langkah ini disebut berkaitan dengan upaya Meta menekan biaya pembangunan infrastruktur Artificial Intelligence (AI) yang semakin mahal serta meningkatkan efisiensi kerja melalui pemanfaatan teknologi tersebut.

Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait waktu pelaksanaan maupun jumlah pasti karyawan yang akan terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah eksekutif Meta disebut telah memberi sinyal kepada jajaran pimpinan senior perusahaan untuk mulai menyiapkan berbagai skenario pengurangan tenaga kerja. Para sumber tersebut berbicara secara anonim karena tidak memiliki kewenangan menyampaikan informasi kepada publik.

Juru bicara Meta, Andy Stone, mengatakan laporan tersebut masih bersifat spekulatif.

“Ini adalah laporan spekulatif mengenai pendekatan teoretis,” kata Stone seperti dikutip dari CNBC International, Minggu (15/3/2026).

Jika pengurangan karyawan benar mencapai 20 persen, maka langkah ini akan menjadi PHK terbesar yang pernah dilakukan Meta sejak restrukturisasi besar pada akhir 2022 hingga awal 2023 yang saat itu disebut sebagai “tahun efisiensi”.

Berdasarkan data perusahaan, Meta mempekerjakan hampir 79.000 orang hingga 31 Desember.

Fokus Besar pada Pengembangan AI

Dalam beberapa waktu terakhir, CEO Meta Mark Zuckerberg mendorong perusahaan untuk mempercepat pengembangan teknologi AI generatif guna bersaing dengan perusahaan teknologi global lainnya.

Meta bahkan menawarkan paket kompensasi bernilai sangat besar untuk menarik peneliti AI terkemuka bergabung dengan tim superintelligence baru mereka. Sebagian kontrak tersebut disebut mencapai ratusan juta dolar untuk periode empat tahun.

Selain itu, perusahaan juga berencana menginvestasikan sekitar USD 600 miliar untuk pembangunan pusat data hingga tahun 2028.

Meta juga dilaporkan mengakuisisi platform jejaring sosial untuk agen AI bernama Moltbook serta menggelontorkan sedikitnya USD 2 miliar untuk membeli startup AI asal China, Manus AI.

Menurut Zuckerberg, teknologi AI mulai meningkatkan efisiensi kerja di perusahaan. Ia menyebut sejumlah proyek yang sebelumnya memerlukan tim besar kini dapat dikerjakan oleh individu dengan kemampuan tinggi yang didukung teknologi AI.

Tren Efisiensi di Industri Teknologi

Rencana pengurangan tenaga kerja di Meta mencerminkan tren yang terjadi di sejumlah perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.

Perusahaan e-commerce Amazon sebelumnya juga mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 16.000 pekerjaan atau hampir 10 persen dari total karyawannya.

Sementara perusahaan fintech Block Inc. memangkas hampir setengah stafnya. CEO perusahaan tersebut, Jack Dorsey, menyebut kemajuan teknologi AI memungkinkan perusahaan beroperasi lebih efisien dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit.

Meski demikian, pengembangan AI di Meta tidak sepenuhnya berjalan mulus. Model AI perusahaan, Llama 4, sempat mendapat kritik karena dinilai menghasilkan tolok ukur yang menyesatkan.

Meta juga membatalkan peluncuran model AI terbesarnya, Behemoth AI Model, yang sebelumnya dijadwalkan rilis pada musim panas tahun lalu.

Saat ini, tim superintelligence Meta tengah mengembangkan model baru bernama Avocado AI Model. Namun laporan internal menyebut performa model tersebut masih belum memenuhi harapan perusahaan. *** (Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Indonesia Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Siap Ikut Menentukan Masa Depan AI Global
Robot Humanoid Agibot Buktikan Kemampuan di Pabrik Tablet, Jalankan Produksi Selama 64 Jam Nonstop
OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mengobrol Senatural Manusia
Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan
WhatsApp Mulai Gulirkan Fitur Username di Indonesia, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP
Bukan Lagi Pakai Listrik, China Kini Kembangkan Chip Berbasis Cahaya untuk AI
Agen AI dan Bot Kuasai Internet Dunia, Trafiknya Lampaui Aktivitas Manusia
Hacker Bobol Sistem Peringatan Darurat Brasil, Jutaan Ponsel Mendadak Berbunyi Tengah Malam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:00 WIB

Indonesia Masuk Jajaran Pendiri WAICO, Siap Ikut Menentukan Masa Depan AI Global

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:18 WIB

Robot Humanoid Agibot Buktikan Kemampuan di Pabrik Tablet, Jalankan Produksi Selama 64 Jam Nonstop

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:25 WIB

OpenAI Luncurkan GPT-Live, ChatGPT Voice Kini Bisa Mengobrol Senatural Manusia

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:00 WIB

Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:50 WIB

WhatsApp Mulai Gulirkan Fitur Username di Indonesia, Pengguna Tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP

Berita Terbaru