Boikot ChatGPT Meledak! 2,5 Juta Orang Gabung Gerakan “QuitGPT” dalam Hitungan Hari

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Strategi Baru OpenAI: ChatGPT Berpotensi Jadi Mesin Pencari Beriklan, (Credit Image: © Cfoto/DDP via ZUMA Press).

Strategi Baru OpenAI: ChatGPT Berpotensi Jadi Mesin Pencari Beriklan, (Credit Image: © Cfoto/DDP via ZUMA Press).

Kabar Pajajaran – Kontroversi besar sedang melanda dunia kecerdasan buatan. Jutaan pengguna dilaporkan meninggalkan layanan chatbot populer ChatGPT setelah perusahaan pengembangnya, OpenAI, diketahui menjalin kerja sama dengan United States Department of Defense atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Dalam waktu kurang dari 48 jam setelah kabar tersebut mencuat, jumlah pelanggan ChatGPT disebut menyusut hingga 1,5 juta pengguna.

Kabar ini memicu gelombang kritik keras dari warganet di berbagai platform media sosial. Banyak pengguna menilai kerja sama tersebut membuka peluang penggunaan kecerdasan buatan untuk kepentingan militer, mulai dari pengawasan massal hingga pengembangan sistem senjata otonom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

OpenAI menyebut teknologi AI mereka akan digunakan dalam “sistem yang aman” atau jaringan rahasia milik Pentagon. Namun penjelasan itu tidak sepenuhnya meredakan kekhawatiran publik.

Gerakan Boikot ChatGPT Makin Meluas

Protes terhadap OpenAI kemudian berkembang menjadi gerakan boikot besar-besaran. Sebuah situs bernama QuitGPT.org bahkan muncul untuk mengajak pengguna berhenti memakai ChatGPT.

Pantauan pada Jumat (6/3/2026) menunjukkan lebih dari 2,5 juta orang telah bergabung dalam gerakan boikot tersebut.

Angka ini meningkat drastis dari data awal yang menyebut sekitar 1,5 juta pelanggan telah meninggalkan ChatGPT.

Menurut pengelola situs QuitGPT, jumlah tersebut dihitung dari beberapa indikator, termasuk pengguna yang mendaftar dalam gerakan boikot, aktivitas berbagi kampanye di media sosial, hingga data penggunaan aplikasi dari pihak ketiga.

Hingga saat ini, OpenAI belum memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah pengguna yang benar-benar berhenti menggunakan layanan ChatGPT.

“Aib” OpenAI Ikut Dibongkar

Selain mempersoalkan kerja sama dengan militer, situs QuitGPT juga memuat berbagai kritik lain terhadap OpenAI.

Beberapa isu yang diangkat antara lain kedekatan eksekutif OpenAI dengan politik Amerika Serikat, potensi dampak psikologis penggunaan chatbot AI, hingga rencana penambahan iklan dalam layanan ChatGPT.

Tak hanya itu, ekspansi pusat data AI juga disorot karena dinilai berpotensi meningkatkan dampak terhadap lingkungan.

Sebagian pengguna bahkan menilai OpenAI telah menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi nirlaba yang bertujuan mengembangkan AI demi kepentingan umat manusia.

Pengguna Mulai Beralih ke AI Lain

Di tengah gelombang boikot, sejumlah pengguna dilaporkan mulai beralih ke layanan AI lain seperti Gemini dan Claude.

Chatbot Claude yang dikembangkan oleh perusahaan AI Anthropic bahkan disebut mengalami lonjakan popularitas dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa laporan menyebut aplikasi Claude kini berhasil mengungguli ChatGPT sebagai aplikasi gratis paling populer di Apple App Store.

Situasi ini juga dipicu oleh gerakan “Cancel ChatGPT” yang membuat angka uninstall meningkat dan rating aplikasi ChatGPT turun di toko aplikasi.

Anthropic tampaknya memanfaatkan momentum tersebut dengan merilis panduan resmi yang memungkinkan pengguna memindahkan riwayat percakapan atau “memori” dari ChatGPT ke Claude dengan mudah. *** (Anton)

Sumber Times of India

Facebook Comments Box

Berita Terkait

China Kembangkan Antena Satelit Lipat “Payung Luar Angkasa” untuk Internet Satelit Generasi Baru
Riset Anthropic: AI Bisa “Panik” Saat Hadapi Tekanan
Friendster Muncul Lagi di App Store, Tawarkan Cara Berteman Tanpa Iklan dan Algoritma
Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat
Elon Musk Bikin Geger: 3 Tahun Lagi AI Bakal Kalahkan Otak Manusia?
Sempat Diblokir, Komdigi Kini Pulihkan Akses Wikimedia Commons
Pindah ke Facebook, Kreator Konten Bisa Digaji Rp50 Juta per Bulan!
7 Jam Sehari di HP, Remaja Lebih Mudah Alami Gangguan Makan

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 09:00 WIB

China Kembangkan Antena Satelit Lipat “Payung Luar Angkasa” untuk Internet Satelit Generasi Baru

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

Riset Anthropic: AI Bisa “Panik” Saat Hadapi Tekanan

Senin, 27 April 2026 - 11:05 WIB

Friendster Muncul Lagi di App Store, Tawarkan Cara Berteman Tanpa Iklan dan Algoritma

Sabtu, 11 April 2026 - 14:18 WIB

Orion Splashdown Sukses, Astronot Artemis II Kembali ke Bumi dengan Selamat

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:59 WIB

Elon Musk Bikin Geger: 3 Tahun Lagi AI Bakal Kalahkan Otak Manusia?

Berita Terbaru

Nasional

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB