Angin Kencang Terjang Cimahi, 117 Rumah di Padasuka Rusak dan Lima Warga Luka

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan mengevakuasi pohon tumbang yang menutup ruas jalan di Kota Cimahi, Jumat (6/3/2026). Angin kencang yang terjadi pada sore hari tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak serta beberapa warga mengalami luka ringan. Foto: Dok. Istimewa

Petugas gabungan mengevakuasi pohon tumbang yang menutup ruas jalan di Kota Cimahi, Jumat (6/3/2026). Angin kencang yang terjadi pada sore hari tersebut menyebabkan ratusan rumah rusak serta beberapa warga mengalami luka ringan. Foto: Dok. Istimewa

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang Kota Cimahi, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang, merusak ratusan rumah warga, serta menutup akses jalan di beberapa titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandi Kurniawan, mengatakan kejadian tersebut terjadi di tiga wilayah utama, yakni kawasan sekitar Pemkot Cimahi di Jalan Raden Demang dan Cewali, Kelurahan Padasuka, serta Kelurahan Cimahi.

“Di sekitar Pemkot dan Jalan Raden Demang terdapat lima pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menyebabkan kemacetan parah,” ujar Fitriandi dalam laporan kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibat kejadian tersebut, ruas Jalan Demang sempat ditutup sementara. Namun, setelah proses evakuasi pohon dan pembersihan dilakukan oleh petugas gabungan, jalan tersebut kembali bisa dilalui kendaraan sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di KM 93 Tol Cipularang, 3 Orang Tewas dan 7 Luka-Luka

117 Rumah Terdampak

Dampak kerusakan paling besar terjadi di Kelurahan Padasuka. Berdasarkan pendataan sementara BPBD, sedikitnya 117 rumah di tujuh RW mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.

“Kerusakan mayoritas masuk kategori ringan hingga sedang. Namun ada sekitar dua hingga tiga rumah yang atapnya terbang terbawa angin,” kata Fitriandi.

Sementara itu, di Kelurahan Cimahi tercatat enam rumah terdampak dengan sekitar 30 warga terkena dampak langsung dari kejadian tersebut.

Hingga Jumat malam, petugas BPBD masih melakukan asesmen di lapangan untuk mendata kebutuhan logistik darurat bagi warga terdampak.

Baca juga: Wapres Gibran Tinjau Ekskul E-Sport di SMP Santa Yusuf Bandung, Dorong Siswa Berani Ikut Kompetisi

Lima Warga Luka Ringan

Selain kerusakan bangunan, peristiwa ini juga menyebabkan lima orang warga mengalami luka ringan. Empat di antaranya sempat dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

“Semua korban sudah diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan akibat tertimpa material atap,” jelas Fitriandi.

Dipicu Gangguan Atmosfer

BPBD Kota Cimahi menyebut kejadian tersebut dipicu oleh fenomena cuaca ekstrem akibat gangguan atmosfer. Informasi tersebut diperoleh dari hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih dapat terjadi dalam empat hingga lima hari ke depan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi mandiri, seperti memeriksa kekuatan struktur atap rumah,” ujarnya.

Baca juga: Pekerja Tak Terima THR? Disnaker Bandung Siapkan Posko Pengaduan

Evakuasi Cepat Petugas Gabungan

Proses penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD, TNI, Polri, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, Tagana, serta Pramuka Peduli.

Petugas juga berkoordinasi untuk melakukan pemangkasan pohon-pohon yang dinilai rapuh guna mengurangi potensi bahaya saat terjadi cuaca ekstrem.

Fitriandi menuturkan, salah satu kendala saat proses penanganan berlangsung adalah kemacetan lalu lintas karena kejadian terjadi bertepatan dengan waktu warga mencari takjil.

Meski demikian, petugas gabungan berhasil membuka kembali akses jalan utama dalam waktu kurang dari tiga jam setelah kejadian.

“Kami targetkan pembersihan puing dan dahan pohon bisa diselesaikan malam ini,” katanya.***(Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bukan Gajah Mengamuk, Ini Kronologi Mahut Cedera di Lembang Park & Zoo
Gempa Pangalengan Berulang, Pakar Ungkap Fenomena Earthquake Swarm
Teras Cihampelas Akan Ditata, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk PKL
18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Satpol PP
Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo
HJKB ke-216 Usung “Solidarity in Harmony”, Bandung Tegaskan Semangat Kebersamaan
Prabowo Salurkan 260 Becak Listrik ke Kabupaten Bandung, Pengayuh Lansia Jadi Prioritas
PPPK Paruh Waktu Kota Bandung Dapat Kabar Bahagia, Kontrak Diperpanjang 2027

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:00 WIB

Bukan Gajah Mengamuk, Ini Kronologi Mahut Cedera di Lembang Park & Zoo

Kamis, 17 September 2026 - 08:00 WIB

Gempa Pangalengan Berulang, Pakar Ungkap Fenomena Earthquake Swarm

Rabu, 16 September 2026 - 12:00 WIB

Teras Cihampelas Akan Ditata, Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk PKL

Rabu, 16 September 2026 - 11:00 WIB

18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Satpol PP

Rabu, 16 September 2026 - 09:00 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Uang Tunggu Rp7 Juta untuk 12 Korban Selamat Kapal Virgo

Berita Terbaru

Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda rangkaian aktivitas seismik yang terhitung cukup intensif pada Rabu (16/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 26 kali gempa bumi mengguncang wilayah tersebut sejak pagi hingga sore hari.

Bandung Raya

Gempa Pangalengan Berulang, Pakar Ungkap Fenomena Earthquake Swarm

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:00 WIB