BMKG Peringatkan Kemarau Panjang 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau (Freepik)

Ilustrasi Kemarau (Freepik)

Kabar Pajajaran – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau pada April 2026. Pergeseran musim ini diperkirakan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara sebelum meluas secara bertahap ke daerah lain di Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, mengatakan bahwa pada April 2026 terdapat sekitar 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari total 699 zona musim di Indonesia yang akan mulai mengalami musim kemarau.

“Awal musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia,” ujar Faisal dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau diperkirakan meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Pada Mei 2026 terdapat sekitar 184 zona musim yang mulai mengalami kemarau, sementara pada Juni 2026 sebanyak 163 zona musim juga diprediksi menyusul memasuki periode kering.

BMKG menjelaskan, musim kemarau akan diawali dari wilayah Nusa Tenggara dan bergerak secara bertahap ke arah barat menuju wilayah Indonesia lainnya.

Selain itu, BMKG juga memperingatkan bahwa durasi musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dari biasanya di sejumlah wilayah. Diperkirakan sekitar 400 zona musim di Indonesia akan mengalami kemarau dengan durasi lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Puncak Musim Kemarau 2026

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi secara bertahap di berbagai wilayah sepanjang Juli hingga September 2026.

Pada Juli 2026, puncak kemarau diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Jawa, sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, puncak kemarau pada Agustus 2026 diperkirakan melanda wilayah Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta wilayah Nusa Tenggara.

Adapun pada September 2026, puncak kemarau diprediksi terjadi di sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, serta beberapa wilayah di Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian Papua.

Prediksi Cuaca Sepekan ke Depan

Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam musim hujan, meskipun beberapa daerah telah melewati puncaknya.

BMKG memperkirakan pada periode 5 hingga 8 Maret 2026, kondisi cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga sejumlah wilayah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah seperti Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. *** (Anton)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Berompi Tahanan, Kejagung Siapkan Konferensi Pers
Usai Evaluasi 1,5 Tahun, Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)
Resmi Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Siap Pastikan Anak Indonesia Dapat Gizi Terbaik
Harga Solar Turun Drastis di Shell dan BP, Simak Daftar Lengkapnya
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS 100 GW untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
BRIN Minta Maaf Usai Unggah Garuda Keliru di Hari Lahir Pancasila
Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805, Efek Aturan Baru DHE SDA Mulai Terlihat

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:17 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:30 WIB

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Berompi Tahanan, Kejagung Siapkan Konferensi Pers

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:00 WIB

Usai Evaluasi 1,5 Tahun, Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:00 WIB

Resmi Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Siap Pastikan Anak Indonesia Dapat Gizi Terbaik

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:00 WIB

Harga Solar Turun Drastis di Shell dan BP, Simak Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru