Siswa SMP di Jampang Kulon Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus meninggalnya siswa kelas VII SMP berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian publik. Remaja tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis dengan sejumlah luka bakar di tubuhnya. (SC Youtube)

Kasus meninggalnya siswa kelas VII SMP berinisial NS (12), warga Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian publik. Remaja tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis dengan sejumlah luka bakar di tubuhnya. (SC Youtube)

Sukabumi, Kabar Pajajaran – Duka mendalam menyelimuti Anwar Satibi (38), ayah dari NS (12), siswa kelas VII SMP asal Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia dengan sejumlah luka bakar di tubuhnya.

Di tengah kesedihan, Anwar mengenang cita-cita mulia putra sulungnya yang ingin menjadi seorang kiai. Demi mewujudkan impian tersebut, NS telah menempuh pendidikan di pesantren selama setahun terakhir sambil menjalani sekolah formal.

“Cita-citanya beda dengan yang lain, dia ingin jadi kiai,” ujar Anwar saat ditemui di RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ceria Sebelum Kejadian

Menurut Anwar, lima hari sebelum meninggal dunia, putranya masih tampak ceria. Ia bahkan sempat mengajak NS berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu bersama.

Dalam kesehariannya, NS dikenal sebagai anak yang rajin dan berbakti. Anwar menuturkan, putranya selalu bersyukur atas apa pun yang diberikan.

“Saya kasih uang Rp50.000, dia bilang alhamdulillah, terus ditempelkan ke jidatnya. Katanya buat bekal nanti di pesantren,” kenang Anwar.

Izin Otopsi Demi Keadilan

Kini keluarga berharap penyebab kematian NS dapat terungkap secara jelas. Anwar menyatakan telah memberikan izin kepada pihak kepolisian untuk melakukan otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

“Kalau memang terbukti ada unsur pidana, harus ditegakkan seadil-adilnya. Negara kita negara hukum, semua perbuatan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Hingga saat ini, keluarga masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan apakah luka bakar yang ditemukan berkaitan langsung dengan penyebab kematian atau ada faktor lain.

Dugaan Penganiayaan Masih Diselidiki

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah beredarnya video kondisi terakhir korban di rumah sakit. Dalam video tersebut, NS tampak terbaring lemah didampingi ayahnya.

Beredar isu bahwa korban diduga mengalami penganiayaan. Namun hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Anwar mengakui, pada tahun sebelumnya sempat terjadi dugaan kekerasan yang ia laporkan ke Unit PPA Polres setempat, namun persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Haji Isep, menyebut bahwa berdasarkan informasi medis yang diterima keluarga, terdapat dugaan luka akibat kekerasan. Namun hal tersebut masih menunggu hasil resmi penyelidikan.

Pihak kepolisian setempat menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung, termasuk menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan forensik.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak serta perlunya kewaspadaan dan pelaporan dini jika terdapat dugaan kekerasan dalam rumah tangga. ***Chokie

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka
Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar Ajak Siswa Bangun Karakter dari Kebiasaan Sederhana
Hari Jadi Purwakarta ke-195, KDM Ajak Warga Jaga Ekosistem Wujudkan Purwakarta Istimewa

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terbaru