Kabupaten Garut, Kabar Pajajaran – Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat mematangkan persiapan menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan komitmennya untuk menjaga kekhusyukan ibadah masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi di wilayahnya.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Maklumat tertanggal 11 Februari 2026 yang ditandatangani bersama Forkopimda, MUI, dan Kemenag. Salah satu poin krusial dalam maklumat tersebut adalah larangan keras bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk melakukan aksi sweeping sepihak.
“Tidak boleh ada sweeping. Yang berwenang (melakukan tindakan) adalah pemerintah dan aparat penegak hukum (APH),” tegas Bupati Syakur Amin dalam laporannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: Wow! Mayoritas Warga Jabar Ternyata Puas dengan Infrastruktur Jalan di Era KDM, Ini Datanya!
Sembilan Himbauan untuk Warga Garut
Maklumat tersebut berisi sembilan poin utama untuk menjaga ketertiban, di antaranya:
• Larangan menyalakan petasan.
• Larangan arak-arakan dan balap liar dengan knalpot bising.
• Penutupan tempat hiburan selama bulan Ramadan.
• Aturan pajangan alat kontrasepsi: Toko, warung, dan apotek dilarang menampilkan produk alat kontrasepsi di bagian depan.
• Larangan peredaran gelap narkoba.
Stok Pangan Aman, Harga Dipantau Ketat
Terkait kebutuhan pokok, Bupati memastikan bahwa stok bahan pangan di Garut saat ini memadai, meski diakui ada fenomena kenaikan harga akibat tingginya permintaan pasar. Pemkab Garut melalui Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan intervensi pasar dengan menjual beras, minyak, gula, dan terigu langsung ke masyarakat untuk memberikan rasa aman.
Bupati juga meminta para pemasok lokal untuk memprioritaskan kebutuhan warga Garut sebelum mengirimkan barang ke luar daerah guna menekan lonjakan harga.
Baca juga: 7 Daerah di Jawa Barat Beri Nilai Sempurna! Cek Raport Kinerja Gubernur di Kota dan Kabupatenmu!
Garut Sedang “Vibes” Wisata
Selain persiapan Ramadhan, Bupati menyoroti tren positif pariwisata Garut yang kini menjadi destinasi utama, bukan sekadar kota perlintasan. Untuk mendukung hal ini, Dinas PUPR tengah melakukan pemeliharaan infrastruktur jalan di jalur-jalur wisata. Bupati juga mengedukasi warga agar menciptakan budaya pariwisata yang ramah dan bebas dari praktik premanisme demi kenyamanan pengunjung.
“Mari kita sambut Ramadhan dengan kegembiraan. Tetap bersemangat bekerja, jangan jadikan puasa alasan untuk malas,” tutup Bupati Syakur Amin.***(Nalika)






