BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kota Bandung mempercepat persiapan operasional Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang akan mulai beroperasi pada akhir 2029. Salah satu fokus utama pemerintah ialah menambah armada pengangkut sampah agar distribusi sampah menuju fasilitas tersebut berjalan lancar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menargetkan penyediaan sekitar 80 hingga 100 truk sampah. Armada itu akan mengangkut sampah dari seluruh wilayah Kota Bandung menuju TPPAS Legok Nangka setiap hari.
DLH Bandung Kejar Penambahan Armada
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq Salman, mengatakan pemerintah harus mempersiapkan seluruh sarana pendukung sejak sekarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Salman, armada pengangkut memegang peran penting dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang baru.
“Kami harus menyiapkan seluruh sarana pendukung, terutama armada pengangkut dan sistem pengelolaan sampah yang sesuai dengan persyaratan di sana,” kata Salman, Kamis (6/8/2026).
DLH memperkirakan armada tersebut mampu mengangkut sekitar 800 hingga 1.000 ton sampah setiap hari menuju TPPAS Legok Nangka.
Angka itu menunjukkan tingginya produksi sampah harian di Kota Bandung sekaligus kebutuhan armada dengan kapasitas besar.
Pemkot Bandung Pilih Truk Compactor
DLH tidak hanya mengejar jumlah kendaraan. Pemerintah juga memilih spesifikasi armada yang sesuai dengan kondisi jalan menuju Legok Nangka.
Salman menjelaskan akses menuju lokasi memiliki tanjakan yang cukup curam. Karena itu, pemerintah membutuhkan truk dengan performa mesin yang prima.
Selain itu, pemerintah akan menggunakan truk compactor atau armada tertutup. Truk tersebut mampu memadatkan sampah sehingga kapasitas angkut meningkat.
Sistem tertutup juga mampu menekan bau, mencegah air lindi keluar selama perjalanan, serta menjaga kebersihan lingkungan di sepanjang jalur pengangkutan.
Pemkot Tambah Armada Secara Bertahap
Saat ini, Pemerintah Kota Bandung sudah memiliki sebagian armada pengangkut sampah. Namun, jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan operasional ketika TPPAS Legok Nangka mulai beroperasi.
Karena itu, pemerintah akan menambah armada secara bertahap selama dua hingga tiga tahun ke depan.
DLH juga membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap memperoleh bantuan armada compactor hasil kolaborasi Pemprov Jabar dan Pemerintah Belanda.
Skema itu akan mempercepat penambahan armada sekaligus mengurangi beban anggaran daerah.
DLH Perkuat Sistem Pemilahan Sampah
Selain memperbanyak armada, DLH juga memperkuat sistem pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.
Salman menegaskan masyarakat harus memilah sampah sebelum petugas mengangkutnya ke Legok Nangka. Dengan cara itu, petugas hanya membawa sampah residu ke fasilitas pengolahan.
Langkah tersebut akan meningkatkan efisiensi pengolahan sampah sekaligus memenuhi standar operasional TPPAS Legok Nangka.
DLH juga mengajak masyarakat membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumber agar volume sampah yang masuk ke tempat pengolahan terus berkurang.
Legok Nangka Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah
Pemerintah Kota Bandung terus menyelaraskan seluruh persiapan menjelang operasional TPPAS Legok Nangka. Pemerintah memperkuat armada, memperbaiki sistem pengangkutan, dan meningkatkan pemilahan sampah dari sumbernya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Bandung optimistis mampu mengoptimalkan pengelolaan sampah sekaligus mendukung operasional TPPAS Legok Nangka pada akhir 2029. ***(Chq)




![Cara operasikan AC mobil. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].](https://kabarpajajaran.com/wp-content/uploads/2026/09/ac-225x129.jpg)
