Bahaya Mengintai TPA Sarimukti, DLH Jabar Ambil Langkah Darurat Cegah Kebakaran

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi gunungan material sisa pembuangan akhir yang terus menumpuk di kawasan TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.(Dok. DPRD Provinsi Jawa Barat)

Kondisi gunungan material sisa pembuangan akhir yang terus menumpuk di kawasan TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.(Dok. DPRD Provinsi Jawa Barat)

BANDUNG BARAT, KABAR PAJAJARAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memperkuat langkah pencegahan kebakaran di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, selama musim kemarau. Pengelola meningkatkan pengawasan karena suhu udara yang lebih tinggi dapat memicu kebakaran pada timbunan sampah yang menghasilkan gas metana.

DLH Jabar Tata Ulang Timbunan Sampah

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, mengatakan pihaknya mengalokasikan anggaran khusus untuk menata kembali timbunan sampah. DLH juga menambah alat berat agar petugas bisa meratakan sampah lebih cepat dan lebih efektif.

Petugas kemudian menutup permukaan timbunan menggunakan tanah. Cara ini membantu menyebarkan gas metana sehingga tidak terkumpul pada satu titik sekaligus mengurangi potensi munculnya api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arief menegaskan seluruh petugas memprioritaskan penataan timbunan sampah di zona perluasan atau Zona 5 karena kawasan itu menerima kiriman sampah dari Bandung Raya setiap hari.

Pengelola Belajar dari Kebakaran Tahun 2023

Pengelola TPA Sarimukti menjadikan kebakaran besar pada Agustus 2023 sebagai bahan evaluasi. Saat itu, api melahap zona lama yang sudah tidak beroperasi dan memaksa pemerintah menetapkan status darurat hingga September 2023.

Pengalaman tersebut mendorong DLH Jawa Barat memperkuat sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

TPA Sarimukti tampak atas (Dok Humas Jabar)

Petugas Siagakan Hidran dan Peralatan Pemadam

Pengelola TPA Sarimukti menyiagakan jaringan hidran, alat pemadam api ringan, dan peralatan pemadam berkapasitas besar di sejumlah titik.

Seluruh fasilitas itu mempercepat respons petugas apabila muncul titik api sehingga mereka bisa mencegah api menyebar ke area lain.

Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran

Sampah organik terus menghasilkan gas metana selama proses pembusukan. Ketika musim kemarau membuat kondisi sampah semakin kering, gas tersebut lebih mudah memicu kenaikan suhu di dalam timbunan.

Arief mengakui DLH Jawa Barat belum mengukur secara pasti kandungan gas metana di zona perluasan. Meski begitu, petugas tetap menjalankan berbagai langkah pencegahan karena cuaca panas meningkatkan risiko kebakaran.

Menurutnya, pecahan kaca yang memantulkan sinar matahari juga dapat memicu percikan api ketika kondisi sampah sangat kering.

Karena itu, petugas menutup timbunan sampah menggunakan tanah agar mereka bisa mengurangi peluang munculnya sumber api di permukaan landfill.

DLH Gandeng Damkar dan Edukasi Pemulung

DLH Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Tim gabungan menggelar simulasi penanganan kebakaran, memberikan pelatihan kepada petugas lapangan, serta mengedukasi para pemulung mengenai bahaya api di kawasan TPA.

Petugas juga meminta para pemulung tidak merokok atau menyalakan api di area pembuangan sampah. Kebiasaan tersebut berpotensi memicu kebakaran apabila percikan api bertemu gas metana yang keluar dari timbunan sampah.

DLH Jawa Barat berharap seluruh pekerja, pemulung, dan pihak terkait mematuhi prosedur keselamatan agar operasional TPA Sarimukti tetap aman sepanjang musim kemarau.***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer
DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu
Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat
Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka
Bandung Kembali Rawan Begal, Polisi Tingkatkan Patroli dan Kejar Pelaku Kejahatan Jalanan
Bandara Husein Resmi Berganti Nama, Bandung Siapkan Penerbangan ke 10 Destinasi
ASN Bandung Barat Jadi Tersangka Korupsi Hibah Rp1,5 Miliar, Pemkab Hentikan Gaji dan Nonaktifkan Jabatan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

BRT Bandung Raya Mulai Dibangun, Investasi Rp1,3 Triliun Siapkan Jalur Khusus 21 Kilometer

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00 WIB

DLH Jabar Temukan Indikasi Pencemaran Udara di Kawasan Tambang Citatah, Debu Lampaui Baku Mutu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polda Jabar Matangkan Pengamanan Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:00 WIB

Persib Bandung Cari Pengganti Frans Putros, Igor Tolic: Bursa Transfer Masih Terbuka

Berita Terbaru