Kabar Pajajaran – Tim nasional Inggris memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 pada laga babak 16 besar di Estadio Azteca, Minggu (5/7/2026) waktu setempat.
Kemenangan tersebut mengantarkan The Three Lions menghadapi Norwegia pada babak delapan besar. Selain itu, Inggris juga mencatat sejarah sebagai tim pertama yang mampu mengalahkan Meksiko di Estadio Azteca dalam ajang Piala Dunia.
Pertandingan berlangsung dramatis bahkan sebelum sepak mula. Cuaca buruk memaksa panitia menunda laga akibat badai petir yang melanda kawasan stadion. Setelah kondisi dinyatakan aman, kedua tim akhirnya memulai pertandingan dengan intensitas tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inggris langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Upaya tersebut membuahkan hasil melalui Jude Bellingham yang membuka keunggulan bagi timnya.
Keunggulan Inggris bertambah hanya 98 detik kemudian. Bellingham kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Harry Kane. Dua gol cepat itu membuat Inggris unggul 2-0 dan menguasai jalannya pertandingan.
Meksiko tidak menyerah begitu saja. Dukungan puluhan ribu suporter di Estadio Azteca membakar semangat El Tri untuk bangkit. Hasilnya, Julián Quiñones berhasil memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum sehingga babak pertama berakhir dengan skor 2-1.
Jude Bellingham Tampil Gemilang pada Babak Pertama
Jude Bellingham kembali menunjukkan perannya sebagai motor permainan Inggris. Gelandang muda tersebut tampil agresif sejak menit pertama dan mampu memanfaatkan ruang di lini pertahanan Meksiko.
Dua gol yang dicetaknya menjadi pembeda pada babak pertama. Selain tajam di depan gawang, Bellingham juga aktif membantu transisi permainan ketika Inggris kehilangan bola.
Harry Kane turut memberikan kontribusi besar. Kapten Inggris itu mengirim assist untuk gol kedua Bellingham sekaligus menjadi ancaman sepanjang pertandingan melalui pergerakannya di lini depan.
Sementara itu, Meksiko beberapa kali mencoba membalas melalui serangan cepat. Namun, pertahanan Inggris masih mampu mengendalikan tekanan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah semakin menegangkan. Inggris kehilangan bek Jarell Quansah setelah menerima kartu merah. Situasi tersebut memaksa skuad asuhan Gareth Southgate bermain dengan sepuluh orang hingga laga berakhir.
Meski kalah jumlah pemain, Inggris tetap mampu menjaga organisasi permainan. Para pemain bertahan bekerja disiplin untuk menutup ruang yang dimanfaatkan Meksiko.
Penalti Harry Kane Jaga Keunggulan Inggris
Tekanan Meksiko semakin meningkat setelah unggul jumlah pemain. Namun, justru Inggris yang kembali mencetak gol.
Anthony Gordon dijatuhkan di dalam kotak penalti setelah menusuk pertahanan lawan. Wasit kemudian menunjuk titik putih. Harry Kane menjalankan tugasnya dengan tenang dan membawa Inggris unggul 3-1.
Gol tersebut memberi keuntungan penting bagi The Three Lions. Meski demikian, Meksiko kembali memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti Raúl Jiménez.
Gol Jiménez membuat pertandingan memasuki fase yang sangat menegangkan. Meksiko terus menekan demi mencari gol penyama kedudukan di hadapan pendukungnya sendiri.
Di tengah tekanan tersebut, Jordan Pickford tampil sebagai penyelamat Inggris. Penjaga gawang Everton itu melakukan beberapa penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas Meksiko.
Keberhasilan Pickford menjaga keunggulan membuat Inggris mampu mempertahankan skor hingga peluit panjang dibunyikan. The Three Lions pun memastikan kemenangan 3-2 sekaligus mengakhiri perlawanan sengit tuan rumah.
Baca juga: Norwegia Singkirkan Brasil 2-1, Erling Haaland Antar Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Inggris Tantang Norwegia pada Perempat Final
Keberhasilan menyingkirkan Meksiko menjadi modal berharga bagi Inggris menghadapi babak berikutnya. Mereka kini bersiap menghadapi Norwegia yang sebelumnya menumbangkan Brasil dengan skor 2-1.
Laga tersebut sepertinya akan berlangsung menarik. Inggris memiliki lini serang yang produktif, sedangkan Norwegia datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa impresif Erling Haaland.
Bagi Inggris, kemenangan atas Meksiko juga memiliki nilai historis. Mereka menjadi tim pertama yang berhasil menaklukkan Meksiko di Estadio Azteca pada putaran final Piala Dunia FIFA.
Di sisi lain, Meksiko harus mengakhiri perjalanan mereka di hadapan publik sendiri. Meski tersingkir, El Tri menunjukkan semangat juang tinggi hingga menit terakhir dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kandidat juara.
Dengan kombinasi produktivitas lini depan dan ketangguhan bertahan saat berada di bawah tekanan, Inggris mengirim pesan kuat kepada para pesaing bahwa mereka siap melangkah lebih jauh pada Piala Dunia FIFA 2026.***(BePe)






