Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional Jawa Barat untuk memperkuat kepedulian sosial melalui pendistribusian hewan kurban ke berbagai wilayah di Jawa Barat.
Tahun ini, Baznas Jabar menyalurkan 15 ekor sapi dan 23 ekor domba kepada masyarakat yang membutuhkan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan Baznas Jabar, Ijang Faisal mengatakan, esensi kurban tidak hanya terletak pada jumlah hewan yang disalurkan, tetapi juga pada nilai keikhlasan dan kepedulian yang dapat dirasakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Idul Adha mengajarkan kita tentang pentingnya berbagi kebahagiaan. Masih banyak masyarakat yang dalam kesehariannya hidup dengan keterbatasan. Karena itu, distribusi daging kurban diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan, mempererat solidaritas sosial, dan menumbuhkan rasa saling peduli di tengah masyarakat,” ujar Ijang, Rabu (27/5/2026).
Di sejumlah lokasi distribusi, masyarakat tampak antusias menerima daging kurban. Proses penyembelihan, pengemasan hingga pembagian daging berlangsung dengan melibatkan relawan dan warga setempat.
Suasana kebersamaan terlihat dalam berbagai kegiatan yang digelar selama proses penyaluran, mulai dari keterlibatan para relawan hingga partisipasi masyarakat penerima manfaat.
Menurut Ijang, kurban memiliki makna sosial yang sangat penting, terutama dalam membantu kelompok masyarakat rentan yang masih menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi.
“Semoga amanah para mudhahhi diterima Allah SWT dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menghadirkan semangat berbagi dan kepedulian pada Iduladha tahun ini,” katanya.
Selain mendistribusikan hewan kurban, Baznas Jabar juga melaksanakan pemotongan dan penyaluran daging kurban di sejumlah titik layanan sosial dan keagamaan di Jawa Barat.
Melalui kegiatan tersebut, Baznas berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian sosial tidak hanya hadir saat Idul Adha, tetapi terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.***(Nalika)






